KARANGASEM, Balifaktualnews.com — Hujan deras yang mengguyur sejak pagi tidak menyurutkan semangat peserta upacara Serah Terima Pataka atau Panji-Panji Sakti Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai Tahun 2025 di Lapangan Gajah Wea, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Kamis (13/11).
Upacara penuh makna tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup). Meski cuaca tidak bersahabat, seluruh peserta mulai dari unsur TNI/Polri, ASN, pelajar, organisasi masyarakat hingga para veteran tetap tegak tegak dengan khidmat, menunjukkan penghormatan mendalam terhadap semangat juang para pahlawan.
Dalam momen yang mengharukan, Sekda Sedana Merta memilih tidak menggunakan tribun kehormatan. Ia berdiri sejajar di lapangan bersama peserta apel, di bawah guyuran hujan, sebagai simbol kesetaraan dan penghormatan terhadap para veteran.
“Hujan ini bukan penghalang, melainkan berkah yang menyertai semangat perjuangan kita. Mari terus menghargai jasa para pahlawan dengan pengabdiannya yang tulus kepada masyarakat dan bangsa,” ujarnya di hadapan peserta upacara.
Sikap tersebut mendapat apresiasi dari para undangan dan peserta, terutama kalangan veteran yang menilai langkah Sekda sebagai bentuk keteladanan dan penghargaan nyata terhadap nilai perjuangan.
Sekda Sedana Merta juga mengajak seluruh peserta untuk memberikan penghormatan kepada para petugas dan peserta apel yang tetap tegap berdiri di tengah hujan deras.
“Semangat dan disiplin ini mencerminkan jiwa kepahlawanan sejati pantang menyerah dalam situasi apa pun. Cara terbaik menghormati pahlawan adalah bekerja dengan jujur, disiplin, dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Pataka atau Panji-Panji Sakti Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai merupakan simbol keberanian rakyat Bali dalam mempertahankan kemerdekaan melalui Puputan Margarana. Serah terima pataka ini menjadi wujud nyata sambung rasa antar generasi, dari para pejuang terdahulu hingga generasi muda, agar api semangat perjuangan tetap menyala di hati masyarakat Karangasem.
Upacara berlangsung khidmat hingga akhir, diiringi semangat tak padam dari seluruh peserta, menandai kokohnya semangat persatuan dan cinta tanah air di bumi perjuangan Abang, Karangasem. (tio/bfn)