KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Satu tahun kepemimpinan Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata dan Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa memasuki fase krusial. Janji besar pembangunan kini mulai diuji realisasinya di lapangan.
Sejak dilantik Presiden Republik Indonesia pada tanggal 20 Februari 2025, duet pimpinan di Kabupaten Karangasem itu mengusung kunjungan Nangun Satkerthi Loka Bali Menuju Karangasem yang AGUNG. Visi tersebut diterjemahkan ke dalam tiga misi, 17 Program Prioritas AGUNG, serta delapan bidang prioritas dalam RPJMD 2025–2029.
Pemerintah daerah menyebut tahun pertama terfokus pada konsolidasi dan peletakan fondasi pembangunan. Sejumlah sektor mulai tersentuh, mulai dari pertanian, UMKM, pariwisata, pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur dan reformasi pelayanan publik.
Namun di tengah kemajuan klaim tersebut, masyarakat menuntut hasil yang lebih terukur. Persoalan klasik seperti keterbatasan anggaran, pemerataan pembangunan desa-kota, serta efisiensi menjadi indikator nyata yang akan menentukan keberhasilan visi AGUNG.
Bupati I Gusti Putu Parwata menegaskan arah pembangunan sudah berada di jalur yang benar, sementara Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa memastikan RPJMD menjadi kompas kerja seluruh perangkat daerah.
“Satu tahun ini kami gunakan untuk memastikan arah pembangunan Karangasem berada di jalur yang benar. Visi AGUNG bukan sekedar slogan, tapi kami terjemahkan dalam program nyata yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Parwata, Minggu (22/2)
Ia menambahkan, seluruh kebijakan dan program yang dirancang agar berdampak langsung pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
“Mulai dari pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga pelayanan publik, prinsip kami jelas: pembangunan harus dirasakan oleh rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa menekankan pentingnya kolaborasi dan konsistensi dalam menjalankan RPJMD sebagai peta jalan pembangunan lima tahun ke depan.
“RPJMD 2025–2029 menjadi kompas bersama. Kami memastikan seluruh perangkat daerah bergerak selaras, dengan target yang terukur dan transparan,” kata Pandu.
Menurut Pandu, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran, tetapi dari dampak yang dirasakan masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap anggaran rupiah benar-benar memberi manfaat, baik melalui peningkatan layanan publik, penguatan ekonomi rakyat, maupun perlindungan sosial,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Karangasem menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kinerja pembangunan pada tahun-tahun berikutnya, dengan mengedepankan prinsip kemiskinan, partisipasi masyarakat, serta tata kelola pemerintahan yang akuntabel. (tio/bfn)