KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-KIM) Kabupaten Karangasem mulai menyiapkan langkah perbaikan terhadap jembatan di ruas jalan Banyucampah–Kebung, Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sidemen, yang terputus akibat hujan deras. Saat ini, instansi tersebut tengah menghitung kebutuhan anggaran sebagai dasar pengajuan perbaikan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-KIM Karangasem, I Wayan Artawan, mengatakan tim telah melakukan inspeksi lapangan sehari setelah kejadian. Selain meninjau kondisi kerusakan, petugas juga memasang rambu larangan melintas demi keselamatan masyarakat.
“Kami kemarin telah turun melakukan inspeksi dan memasang rambu larangan warga melintas di lokasi,” ujarnya, Rabu (22/7).
Menurut Artawan, tim teknis kembali menjadwalkan turun ke lokasi untuk menghitung secara rinci kebutuhan biaya perbaikan. Hasil penghitungan tersebut nantinya akan disampaikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar dapat diakomodasi melalui APBD Perubahan tahun ini.
“Hari ini tim teknis kembali turun menghitung kebutuhan anggaran yang akan dikirimkan ke TAPD terkait perbaikan tersebut. Mudah-mudahan bisa dianggarkan pada APBD Perubahan tahun ini,” katanya.
Selain menyiapkan perbaikan permanen, PUPR-KIM juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Telaga Tawang terkait penanganan darurat. Namun menurutnya, pembangunan jalan darurat belum menjadi prioritas karena masih tersedia sejumlah jalur alternatif yang dapat digunakan.
“Kalau memang diperlukan jalan darurat, kami siap, tapi masih ada beberapa jalur alternatif yang bisa dilalui warga,” jelasnya.
Sementara itu, Perbekel Desa Telaga Tawang, I Nyoman Muja Arsana, menilai putusnya jembatan bukan semata-mata akibat hujan deras. Menurutnya, kerusakan juga memicu membekunya irigasi di bagian hilir yang jebol sekitar dua bulan lalu dan hingga kini belum diperbaiki.
“Kerusakan bendungan itu membuat aliran sungai terus menggerus tebing dan fondasi jembatan hingga ambles,” ungkapnya.
Ia mengingatkan, apabila bendungan tersebut tidak segera ditangani Pemerintah Provinsi Bali, jembatan yang nantinya diperbaiki tetap berpotensi rusak kembali. Bahkan, gelombang abrasi akan mengancam organisasi warga di sekitar lokasi.
“Kalau bendungan itu belum diperbaiki, jembatan yang ada di hulunya tidak akan aman. Ke depan rumah-rumah warga juga berpotensi tergerus. Jadi, kami harap Pemprov Bali segera memperbaiki bendungan yang ada di hulunya, sementara Pemkab Karangasem menangani jembatan yang putus itu,” tegasnya.
Muja Arsana menambahkan, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses utama bagi warga Banjar Kebung untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Jalur itu juga digunakan pelajar sekolah SD dan SMP sehingga perbaikannya dinilai sangat mendesak menuju.
“Kami mendesak pemerintah daerah untuk segera menangani jembatan ini. Ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Kebung sekaligus satu-satunya akses anak-anak menuju sekolah. Penanganannya tidak bisa ditunda lagi,” tandasnya. (tio/bfn)