Buleleng, BalifactualNews.com – Memahami Syarat, Mikanisme, Serta Prosedur Bekerja Aman Di Luar Negeri Menjadi Kunci Utama Bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) Agar Terhindar Dari Risiko Penempatan Ileegal. Pesan ini Ditankan Dalam Sosialisasi Pelayanan Perlindungan Dan Penempatan PMI Yang DiGelar Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Balikule KantaGasama Dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupupupi Gerokgak, Pada Jumat (12/9/2025).
Mewakili Bupati Buleleng, Plt. Asisten I Sekda Buleleng membuat juartawan membuka kegiatan ini dan anggota apresiasi atas terselenggaranya sosialisasi tersebut. Menurutnya, Kegiatan ini SANGAT PENTING BAGI MASYARAKAT Buleleng, Khususnya desa Penyabangan Yang Majadi Salah Satu Daerah Gangan Banyak Pekerja Migran. “Buleleng Merupakan Salah Satu Daerah Di Bali Yang Banya Mengirim Tenaga Kerja Ke Luar Negeri. Koberadaan PMI Bukan Hanya Berkontribusi Melalui Remitansi, Tetapi Masilak Magihaan, Daranga. Prosedur Keberangkatan Yang Rendah, Keterampilan Yang Belum Sesuai Pasar Kerja Luar Negeri, Hingga Risiko Penempatan Non-Prosedural, ”Ujar Juartawan.
Ia BerharaP Kegiatan Sosialisasi Ini Dapat Menjadi Momentum Momentum Yang Mendapat Yang Mendapatkan Masa Masyarakat Informasi Yang Benar. “Masyarakat Haru Siap Lahir Batin, Punya Keterampilan, Dan Paham Prosedur Agar Terhindar Dari Praktik Ilegal. BARU UNTUK MEMAJUKAN DESA, ”Tambahnya.
Sementara Itu, Kepala BP3MI Provinsi Bali Yang Diwakili Kasubag Tu Warjono Menuturkan, Sepanjang 2024 Terdapat 9.597 PMI Asal Bali, Delangan 2.245 Orang Berasal Dari Buleleng. Jumlah ini menempatkan buleleng sebagai daerah gargan penempatan pmi terbanyak di provinsi bali.
Mayoritas PMI Asal Bali Bekerja di Kapal Pesiar, Spa, Hotel, Restoran, Dan Industri Pabrik. Negara Tajuan Mereka Antara Lain Italia, Turki, Belanda, Jepang, Dan Maladewa. Namun, Tantangan Besar Masih Ada, Seperti Penempatan Tanpa Dokumen Lengkap, Praktik Calo, Hingga Kasus Perdagangan Orang (TPPO). Bahkan, Tahun Lalu Sempat Viral Kasus Dua PMi Asal Buleleng Yang Yang Menjadi Korban Tppo Di Myanmar, Disekap, Dan Tidak Menerima Gaji.
Menanggapi Hal Tersebut, BP3mi Bali Bersama Pemkab Buleleng Telah Melaksanakan Berbagai Strategis, Di Antaranya Pembentukan Desa Migran Emas Di Desa Tembok, Pelatihan Penypatan Kapasitas Calon PMI, Pemberdaya Wiraana Wiraana Wiraana Wiraana Wiraana Kapasitas Calon PMI, Pemberdaya Pemberdaya Pemberdaya Pemberdaya Pemberdaya Kapasitas PMI, Pemberdaya Wirdaya Pemberdaya Wirdaya Pemberdaya Pemberdaya Kapasitur Pengaduan Dan Pemulangan PMI Bermasalah. “Perlindungan PMI Haru Menjadi Gerakan Bersama. Kami BerharaP Sinergi Dangan Pemkab Buleleng Semakin Kuat Agar Masyarakat Dapat Bekerja Ke Luar Negeri Demat Aman, Legal, Dan Bermartabat,” Pungas Warjono.
Kegiatan sosialisasi ini diicuti eheh 150 Peserta, Yang Terdiri Dari Perangkat Desa, Lurah, Camat, Dan Masyarakat Gangan Menghadirkan Narasumber Dari Bp3mi Bali, Plt. Kepala Disnaker Buleleng, Kantor Imigrasi Singaraja Dan Bpjs Ketenagakerjaan. (Tya/bfn)
(Tagstotranslate) BP3MI Provinsi Bali (T) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng (T) Sosialisasi Pelayanan Perlindungan Dan Penempatan PMI