SEMARAPURA, Balifaktualnews.com – Nasib nahas menimpa seorang pedagang kecil, Dewa Ngakan Ketut Kicen atau akrab disapa Pak Kicen, warga Bungbungan, Banjarangkan, Klungkung. Saat tengah berjualan untuk mencari nafkah bagi keluarganya, ia ditabrak pengendara motor yang melaju ugal-ugalan di kawasan Jembatan Merah, Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Klungkung.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (7/9/2025). Akibat benturan keras, Pak Kicen mengalami cedera kepala berat dan harus menjalani dua kali operasi di RSUD Klungkung.
Humas RSUD Klungkung, I Gusti Putu Widiyasa, saat dikonfirmasi pada Selasa (4/11/2025), membenarkan bahwa korban mengalami luka serius dan sempat tidak sadarkan diri pada saat setelah kejadian.
“Tubuhnya terlempar dan kepalanya membentur aspal keras. Terjadi penggumpalan darah di kepala sehingga harus segera dioperasi. Setelah operasi, Pak Kicen sempat dirawat intensif di ICU,” ujar Widiyasa.
Berdasarkan catatan kepolisian, korban ditabrak oleh pengendara motor Kawasaki Ninja bernama I Gede Agus Candra Yana (22). Saat kejadian, Pak Kicen melintasi dari arah utara ke selatan untuk keperluan pribadi, sementara pelaku motor melaju dari arah timur dan langsung menabraknya.
Sayangnya, karena lokasi kecelakaan tidak berada di jalan raya umum, biaya operasional tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan maupun Jasa Raharja. Akibatnya, seluruh biaya pengobatan harus ditanggung sendiri oleh keluarga korban. Dari informasi yang dihimpun, total biaya perawatan dan operasi mencapai Rp160 juta.
Berjualan Demi Keluarga, Kini Butuh Bantuan
Pak Kicen dikenal sebagai sosok pekerja keras yang setiap hari berjualan untuk menghidupi keluarganya. Meski kini kondisi fisiknya lemah, semangatnya untuk pulih tetap besar.
“Bahkan hingga petang, beliau masih berjualan demi keluarga. Sekarang kami berusaha semaksimal mungkin untuk pemulihannya,” ujar salah satu kerabatnya.
Melihat perjuangan tersebut, RSUD Klungkung bekerja sama dengan Kitabisa.com membuka penggalangan dana untuk membantu biaya pengobatan Pak Kicen.
Widiyasa menegaskan bahwa seluruh donasi akan disalurkan hanya kepada pasien yang terverifikasi dan benar-benar membutuhkan bantuan medis mendesak.
“Kami berterima kasih atas setiap dukungan masyarakat. Donasi akan kami salurkan dengan penuh tanggung jawab sesuai urgensi dan kebutuhan pasien,” tutupnya.
Pihak RSUD Klungkung juga mengingatkan masyarakat agar menyampaikan bantuan hanya melalui penggalangan resmi di Kitabisa.com yang telah beroperasi.
“Penyaluran bantuan ditentukan berdasarkan tingkat urgensi pengobatan dan kecukupan dana,” pungkas Widiyasa. (Roni/bfn)