DENPASAR, Balifaktualnews.com – PP PBSI nampaknya mulai fleksibel. Masukan dan harapan Pengprov PBSI mulai diperhatikan. Hal ini terungkap pada Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PP PBSI di Ijen Suite sResort & Convention, Malang Baru-baru ini.
Menurut Ketua Umum Pengprov PBSI Bali, I Wayan Winurjaya, beberapa masukan seperti agar tahun 2026 Bali diberikan tuan rumah gelaran dituruti PP PBSI, batas usia PON diminta Bali agar bebas tidak ada batasan usia pebulutangkis seperti di SEA Games dan Olimpiade juga dipertimbankan PP PBSI termasuk pebulutangkis perolehan di Pelatihan Wilayah (Pelatwil) bisa masuk Pelatnas juga disetujui.
”Saya juga sempat dibully di Bali karena PON dilakukan batas usia yang merugikan PBSI Provinsi di Indonesia juga dipertimbangkan dengan usia bebas oleh PP PBSI,”tegas Winurjaya saat dihubungi, Selasa (16/12/2025).
Hanya saja, menambahkan, Bali mempermalukan PP PBSI karena tak memiliki GOR standar internasional dan kalah dari kota Malang.”Disayangkan provinsi sekaliber Bali tak memiliki GOR standar internasional. Padahal banyak bahkan bulutangkis internasional yang bisa digelar di Bali,”tegas Winurjaya.
Padahal even bulutangkis internasional tersebut Winurjaya bisa jadi sport pariwisata dan bisa banyak mendatangkan wisatawan mancanegara jika ada even bulutangkis internasional diadakan di Bali.
“Kami harap pemangku kepentingan di Bali terutama pemerintah bisa melihat semua ini. Banyak negara yang ingin bulutangkis diadakan di Bali,”demikian Winurjaya.ena/bfn)