KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Selain pembangunan fisik dan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Karangasem menaruh perhatian besar pada penguatan aspek sosial dan pelestarian adat, agama, seni, serta budaya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah. Sepanjang tahun pertama kepemimpinan Bupati I Gusti Putu Parwata bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, ribuan warga menerima manfaat langsung dari berbagai program kesejahteraan sosial.
Di bidang kesejahteraan sosial, pemerintah daerah menyalurkan bantuan penanganan kesejahteraan sosial kepada 1.525 warga yang masuk kategori rentan. Selain itu, program bedah rumah direalisasikan untuk 22 unit rumah, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi 158 unit rumah warga dengan total dukungan anggaran miliaran rupiah. Program ini bertujuan memastikan masyarakat memiliki hunian yang layak, aman, dan sehat.
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menegaskan bahwa pembangunan sosial merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Pembangunan tidak boleh hanya dilihat dari beton dan aspal. Yang paling penting adalah bagaimana negara hadir melindungi dan menguatkan warganya, terutama mereka yang paling membutuhkan,” ujar Gus Par.
Ia menambahkan, program bedah dan rehabilitasi rumah menjadi prioritas karena menjamin martabat dan kualitas hidup masyarakat.
“Rumah yang layak adalah dasar kehidupan yang mengancam. Dari situlah kesejahteraan keluarga bisa tumbuh,” tegasnya.
Di sisi lain, pelestarian adat, agama, seni, dan budaya tetap menjadi semangat pembangunan Karangasem. Pemerintah daerah secara konsisten mendukung rehabilitasi dan penataan pura, penyaluran punia untuk upacara keagamaan, serta fasilitasi kegiatan pelestarian kesenian adat dan tradisi lokal di berbagai desa adat.
Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa menekankan bahwa pembangunan Karangasem tidak boleh tercerabut dari akar budaya.
“Karangasem dibangun bukan hanya sebagai wilayah administratif, tetapi sebagai ruang hidup masyarakat adat dengan nilai, tradisi, dan kearifan lokal yang harus dijaga,” kata Guru Pandu.
Menurutnya, pelestarian budaya juga berperan penting dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat identitas daerah.
“Adat, agama, dan budaya adalah perekat sosial. Jika ini kita rawat dengan baik, maka ketentraman dan kebersamaan masyarakat akan tetap terjaga,” ujarnya.
Gus Par kembali menegaskan bahwa pendekatan pembangunan Karangasem ke depan akan tetap berimbang antara kemajuan fisik dan kekuatan sosial-kultural.
“Inilah makna pembangunan Karangasem yang AGUNG, maju secara fisik, kuat secara sosial, dan tertanam pada budaya,” simpulnya.(tio/bfn)