DENPASAR, Balifaktualnews.com – Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan selamat bertugas kepada Bapak Tri Wibowo Aji Ak.,M.Si yang telah dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bali dan mengucapkan terima kasih kepada Kepala BPKP Provinsi Bali sebelumnya, Bapak Heru Tarsila yang telah memberikan banyak masukan kepada Pemerintah Provinsi Bali dalam menjalankan tata kelola pemerintahan.
Hal itu disampaikan langsung oleh Gubernur Koster saat mengukuhkan Bapak Tri Wibowo Aji Ak.,M.Si sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bali pada, Kamis (Wraspati Paing, Prangbakat), 19 Februari 2026 di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, yang disaksikan langsung oleh Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah, Setya Nugraha, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Chatarina Muliana Girsang, Pimpinan DPRD Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali, Kepala BPKP Provinsi Bali sebelumnya, Heru Tarsila, perwakilan Bupati/Walikota se-Bali, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Bali hingga Pimpinan Lembaga Perbankan, Perguruan Tinggi dan Rumah Sakit di Bali.
Usai prosesi pengukuhan, Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah, Setya Nugraha dalam sambutannya langsung menugaskan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali untuk terus meningkatkan sinergi dengan instansi terkait demi memajukan Provinsi Bali.
Karena kehadiran BPKP di Bali, dijelaskannya memiliki 5 fokus utama pengawalan akuntabilitas BPKP, yaitu Penguatan Tata Kelola, Pencegahan Kecurangan, Manajemen Resiko dan Early Warning System, Akuntabilitas dan Efektivitas Pembangunan, serta Peningkatan Kapabilitas APIP.
“Kehadiran BPKP juga sebagai auditor Presiden, jadi dalam tugas utamanya untuk mengawal ketercapaian target – target pembangunan nasional di daerah,” ungkapnya seraya menyatakan dalam perannya sebagai penegak hukum, BPKP akan melakukan Audit Investigatif, Audit Kerugian Keuangan Negara, dan Pemberian Keterangan Ahli.
Disisi lain, Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah ini menyoroti pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih Pemerintah Provinsi Bali dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Kata Setya Nugraha, berpendapat WTP yang diperoleh bukan berarti anggaran pengelolaan yang telah dilakukan, sudah efisien, dan ini bukan jaminan. Oleh karena itu, Kepala BPKP yang baru di Bali harus mengawal semua pembangunan di Bali, baik sektor itu ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, stunting, UMKM, dan pariwisata.
“Untuk pariwisata, tantangan yang dialami adalah permasalahan Perizinan Berusaha seperti akomodasi perhotelan yang beroperasi tanpa izin, kemacetan, dan masih rendahnya optimalisasi Pungutan Wisatawan Asing. Untuk menjawab tantangan ini, kita harus perangi bersama, sangat memberikan penginapan yang tidak ber-izin. Kemudian, jika kita gaskan pungutan ini, kita bisa mencapai target Rp 1 triliun dan kita siap membantu untuk hal ini. Tanpa kolaborasi yang sulit ke Bali. Saya mengajak Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali harus terus meningkatkan sinergi dengan instansi terkait,”nya.
Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan dalam menjalankan pemerintahan, Pemprov Bali sangat membutuhkan kolaborasi dari BPKP, berbagai masukan sangat membantu kami dalam menjalankan tata kelola APBD untuk terwujudnya pembangunan di Provinsi Bali.
Terkait tantangan yang dialami pariwisata Bali, Gubernur Koster membenarkan adanya masalah kemacetan hingga adanya penginapan perhotelan/villa yang beroperasi tanpa izin. Bahkan perilaku kurang enak dilakukan oleh oknum wisatawan mancanegara juga kami catat, seperti aturan lalu lintas lintas dengan tidak pakai helm, sampai membobol ATM.
Untuk penanganan kemacetan, pemerintah Bali mulai bekerja keras membangun infrastruktur terkoneksi antar wilayah dengan dukungan APBN, karena itu mohon juga dukungan dari Bapak Deputi, agar program ini berjalan dengan lancar.
Koster menyatakan dukungan Pemerintah Pusat untuk mewujudkan infrastruktur yang berkualitas di Bali sangatlah penting. Apalagi kontribusi Bali sangat besar bagi Indonesia yang bersumber dari Devisa Pariwisata mencapai Rp 167 triliun pada Tahun 2024, atau 53 persen dari total devisa pariwisata nasional yang menyumbang Rp 312 triliun.
Jadi, dengan angka ini, hasil diskusi dengan Menteri Bappenas, agar Bali berpikir. Astungkara, beliau Menteri Bappenas dan Menteri PUPR memberikan anggaran APBN untuk pembangunan jalan shorcut dan jalan baru di Bali.
“Program infrastruktur yang juga sedang dirancang untuk dijalankan tahun ini oleh pihak ketiga, yaitu Subway. Subway ini menghubungkan jalur dari Bandara Internasional Ngurah Rai sampai Central Parkir Kuta, lalu menuju ke Canggu, Badung,” ujar Gubernur Koster seraya mengatakan selain memperkuat pariwisata dengan infrastrukturnya yang berkualitas, kami juga tengah mendorong transformasi ekonomi Bali dan melaksanakan Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125.
Terakhir, mengenai opini WTP, Gubernur Bali, Wayan Koster sepakat bahwa WTP yang diraih harus berkualitas, bukan administratif. “Kalau sakit, bilang sakit, agar bisa diobati. Jadi prosesnya diperketat saja, agar semua berjalan sesuai relnya,” tutupnya.(ger/bfn)