KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Sinyal bahaya mulai menyala di sektor pendidikan Karangasem. Dinas Pendidikan memperkirakan daerah ini akan menghadapi krisis energi yang serius dalam beberapa tahun ke depan, memicu gelombang pensiun guru yang kian masif.
Kepala Dinas Pendidikan Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana, mengungkapkan kekurangan guru sebenarnya sudah berlangsung lama, namun kini kondisinya semakin meremehkannya. Banyaknya guru yang memasuki masa pensiun membuat kekurangan tenaga pendidik semakin terasa di berbagai sekolah.
“Sekarang ini puncaknya. Guru yang pensiun sangat banyak, sehingga kekurangannya semakin nyata,” ujarnya, Selasa (7/4).
Upaya mengirimkan PPPK dinilai belum mampu menjadi solusi. Pasalnya, skema tersebut hanya mengubah status tenaga kontrak menjadi PPPK, bukan menambah jumlah guru baru secara signifikan.
“PPPK itu bukan penambahan, hanya perubahan status. Jadi tidak berdampak besar terhadap kebutuhan riil guru,” tegasnya.
Jika tidak ada langkah cepat, Karangasem diprediksi akan mengalami kekurangan hingga sekitar 1.500 guru pada tahun 2027–2028. Angka ini dinilai cukup untuk mendorong kondisi darurat di dunia pendidikan.
Di sisi lain, pemerintah kabupaten tidak mempunyai kewenangan untuk merekrut guru CPNS. Seluruh keputusan berada di pemerintah pusat. Meski usulan telah diajukan ke Kementerian PAN-RB, hingga kini belum ada kepastian realisasinya.
“Kami sudah usulkan, tapi belum ada jawaban pasti. Sementara kami juga tidak bisa lagi mengangkat tenaga kontrak,” jelasnya.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi guna menghadirkan tenaga pengajar alternatif. Langkah ini diharapkan bisa menjadi solusi sementara di tengah keterbatasan kewenangan daerah.
Namun demikian, Budiadnyana menegaskan, jika kekurangan guru terus berlanjut tanpa solusi konkrit, dampaknya akan langsung dirasakan pada kualitas pendidikan di Karangasem.
“Kalau guru kurang, kualitas pendidikan pasti terdampak. Ini yang harus segera dicari jalan keluarnya,” tandasnya. (tio/bfn)