DENPASAR, Balifaktualnews.com — Pengprov PBSI Bali gerak cepat (gercep)merealisasikan keinginan Ketua Umum KONI Bali yang juga Wakil Gubernur (Wagub) Bali, I Nyoman Giri Prasta agar Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga (cabor)menggelar Pelatihan Daerah (Pelatda) atau Pelatihan Provinsi (Pelatprov)cabor. Hal ini langsung ditanggapi cepat oleh Pengprov PBSI Bali dengan menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) PBSI yang diikuti Pengkab PBSI seluruh kabupaten dan kota seluruh Bali di Denpasar, Sabtu (11/4/2026).
“Dalam Rakerprov dengan tujuan untuk berkomunikasi dengan Pengkab dan Pengkot PBSI seluruh Bali karena ini memang tugas organisasi olahraga yang benar. Kami membahas rencana program keinginan pak Wagub dengan menggelar Pelatprov,”tutur Ketua Umum Pengprov PBSI Bali, I Wayan Winurjaya didampingi Ketua Harian PBSI Bali, Candra Kusuma usai Rakerprov.
Sebelum menggelar Pelatprov selanjutnya, pada 20 April para atlet bakal dipanggil dari klub maupun pengkab/pengkot PBSI Bali dengan kuota 2pebulutangkis putra dan 4 pebulutangkis putri setiap wakil klub, pengkab/pengkot PBSI seluruh Bali untuk di seleksi dan hanya direkrut 2 putra dan 2 pebulutangkis untuk menghuni PelatprovBulutangkis Bali.
“Meski demikian ada juga wild card dari pebulutangkis yang berlatih di klub besar di luar Bali dengan catatan memiliki peringkat bagus di Indonesia atau sering juara di even-even nasional maupun internasional,”tegas Winurjaya diamini Candra Kusuma.
Seleksi pebulutangkis itu sendiri akan diadakan pada 22 April 2026 dengan sistem setengah kompetisi guna direkrut 4 pebulutangkis terdiri dari 2 pebulutangkis putra dan 2 pebulutangkis putri.
“Ketua Pelatprovnya Pak Cansra Kusuma. Keempat pebulutangkis inilah yang akan kami persiapkan untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bulutangkis nanti. Maksimal pebulutangkis itu berusia 18 tahun. Kami harap hasil Pelatprov Bali bisa bersinar dan bisa terpantau ikut Seleksi Nasional (Seleknas) dan mampu lolos tembus bisa Pelatnas,’ tegas Winurjaya.
Bahasan Rakerprov tak kalah pentingnya dijelaskannya, soal Bali menjadi tuan rumah Sirkuit Nasional (Sirnas) Bulutangkis B.Pasalnya PengprovPBSI Bali terkendala GOR Bulutangkis yang representatif. Sejatinya ada GOR yang representatif tapi harga sewa cukup mahal yakni sehari harga sewa Rp 15 juta. Padahal gelaran Sirnas B ini selama 8 hari. Belum lagi untuk pendamping GOR.
“Kami segera menghadap Ketua Umum KONI Bali yang juga Wakil Gubernur Bali untuk mendapatkan Arah. SSiapa tahu kebocoran GOR Lila Bhuana bisa diperbaiki dan diperbaiki sehingga bisa dibuat tempat pertandingan Sirnas B Bulutangkis. Kami sudah memasukkan surat untuk audiensi ke KONI Bali tersebut,” sebut Winurjaya.
Perubahan bagus di dunia bulutangkis di Indonesia juga diungkapkannya, yakni sudah tidak ada Batasan usia yang diberlakukan di Kejurnas. Tinggal Bali berjuang tidak ada Batasan usia pebulutangkis yang turun untuk di Pra-PON maupun PON. “Kami masih berjuang untuk itu terus,” tutup Winurjaya. (ena/bfn)