KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Perayaan ulang tahun ke-75 I Gusti Made Tusan di Jro Subagan, Jalan Ahmad Yani, Amlapura, Sabtu (2/5/2026), tak sekadar menjadi momen syukuran keluarga. Di tengah suasana hangat yang melibatkan jajaran Forkopimda, kepala OPD, tokoh masyarakat, dan para pejabat penting Karangasem, terselip pesan singkat penuh makna yang terlontar dari bibir sang sesepuh keluarga sebuah doa yang sontak menyita perhatian seluruh undangan.
Saat bersalaman dengan putra sulungnya, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, yang hadir bersama Wakil Bupati Guru Pandu, I Gusti Made Tusan menyampaikan harapan sederhana namun sarat makna.
“Gus Par–Guru Pandu dua periode,” ucapnya lirih namun tegas.
Kalimat singkat itu langsung disambut senyuman dan tepuk tangan para tamu yang hadir. Bagi sebagian orang, ucapan tersebut mungkin terdengar sebagai selingan hangat dalam suasana perayaan ulang tahun. Namun bagi keluarga besar, kalimat itu adalah doa tulus seorang ayah yang lahir dari kasih, pengalaman panjang hidup, serta harapan agar pengabdian untuk masyarakat Karangasem dapat terus berlanjut.
Di usianya yang ke-75, I Gusti Made Tusan tak hanya merayakan pertambahan usia, tetapi juga menyaksikan perjalanan pengabdian anak-anaknya dalam mengabdi kepada masyarakat. Harapan yang ia sampaikan menjadi simbol restu sekaligus pesan moral tentang pentingnya kesinambungan pembangunan di Gumi Lahar.
Dalam perayaannya, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata tampak haru saat menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir untuk berbagi kebahagiaan bersama keluarganya di hari istimewa sang ayahanda.
Ia menggambarkan sosok I Gusti Made Tusan sebagai sosok sederhana yang penuh keteguhan dan menjadi teladan dalam kehidupan keluarga maupun pengabdian sosial.
“Ayah selalu mengajarkan kami tentang keteguhan, kesederhanaan, kerja keras, dan keikhlasan dalam menjalani hidup. Nilai-nilai itulah yang terus kami pegang hingga hari ini. Beliau adalah inspirasi besar bagi keluarga kami,” ujar Gus Par.
Ia pun memohon doa agar ayahandanya senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan kekuatan untuk terus menjadi penuntun bagi anak-anak serta cucu-cucunya.
Perayaan ulang tahun tersebut berlangsung meriah namun tetap sarat nuansa kekeluargaan. Dapatkan karangan bunga dari berbagai tokoh, pejabat, sahabat, dan hubungan memenuhi wilayah kediaman keluarga. Kemeriahan semakin terasa dengan suguhan sendratari khas Bali serta penampilan artis-artis lokal Karangasem yang menghadirkan hiburan bernuansa budaya.
Di balik kemeriahan itu, tersimpan pesan yang jauh lebih dalam: tentang cinta seorang ayah yang tak pernah surut, doa yang terus mengalir, serta harapan agar pengabdian untuk Karangasem terus terjaga dari generasi ke generasi. Sebabnya terkadang, dari sebuah perayaan sederhana, lahirlah pesan besar yang menggema jauh melampaui ruang dan waktu.
Menutup Sambutannya, Gus Par menegaskan bahwa doa dan restu orang tua adalah kekuatan terbesar dalam setiap langkah pengabdian. “Bagi kami, doa orang tua adalah energi yang tak ternilai. Apa pun yang kami lakukan untuk Karangasem, semua berangkat dari restu beliau. Semoga kami selalu diberi kemampuan untuk menjaga amanah dan terus bekerja tulus untuk,” simpul masyarakat.(tio/bfn)