SEMARAPURA, Balifaktualnews.com – Maha Semaya Warga Pande (MSWP) Kabupaten Klungkung kembali menyelenggarakan upacara Atma Wedana dan Manusa Yadnya massal yang dipusatkan di Balai Banjar Adat Pande Galiran, dengan puncak karya berlangsung pada Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi solusi nyata bagi umat Hindu dalam melaksanakan upacara yadnya dengan biaya yang lebih terjangkau tanpa mengurangi makna maupun kelengkapan sarana upacara.
Baca Juga : Gubernur Koster Mulai Restorasi 23 Pura di Kawasan Suci Besakih, Anggaran Rp203 Miliar
Pelaksanaan upacara massal ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh berbagai soroh di Bali. Ketua Panitia Karya, Jero Mangku I Nyoman Srimurti, menjelaskan bahwa rangkaian upacara yang dilaksanakan meliputi beberapa jenis yadnya, antara lain : Ngeroras (Atma Wedana), mendak nuntun, meajar-ajar, dan nilapati. Untuk upacara manusia yadnya yaitu : mapetik, munggah deha/teruna, metatah (mepandes), mekala-kalaan, meparisuda, hingga srada nugraha Brahma.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga Pande, melainkan terbuka bagi seluruh umat Hindu di Bali. Seluruh sarana upacara telah disiapkan oleh panitia, sehingga peserta cukup hanya menanggung biaya upacara dan membawa perlengkapan untuk persembahyangan.
Dari sisi partisipasi, upacara Ngeroras – nuntun – nilapati diikuti 47 sawa, Mepetik 5, Munggah deha teruna 35, , Metatah 96, Mekala-kalan 1 pasangan, Meparisuddha 9 dan upacara Çrada Nugraha Brahma 25 orang,Total peserta dalam upacara ini adalah 218 orang.
Baca Juga : Festival Semarapura ke-8 Resmi Dibuka, Bupati Satria Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya\
Jero Mangku nyoman Srimurti menambahkan biaya yang dikenakan sangat terjangkau, mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 6 juta untuk Atma Wedana. Bahkan untuk upacara metatah, peserta hanya dikenakan biaya sekitar Rp 500 ribu, jauh lebih ringan dibandingkan pelaksanaan secara mandiri yang bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Dalam kegiatan upacara ini secara keseluruhan melibatkan 8 sulinggih, pada Puncak karya dipuput oleh tiga sulinggih, dan rangkaian upacara dilanjutkan dengan prosesi mendak nuntun ke Pura Goa Lawah serta akan dilanjutkan upacara meajar ajar ke Pura Besakih.
Rangkaian upacara yang juga tidak kalah pentingnya yaitu Nilapati yang telah dilaksanakan pada tanggal 28 April 2026 dan dipuput oleh 4 sulinggih. Rangkaian upacara ditutup dengan upacara mejauman pada tanggal 29 April 2026.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah, ditandai dengan kehadiran Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Anak Agung Anom, serta beberapa SKPD. Lainnya . Serta perwakilan dari Pemerintah Provinsi Bali mewakili Bapak Gubernur .
Sumber dana kegiatan ini berasal dari kas Maha Semaya Warga Pande Kabupaten Klungkung, Koperasi Amrta semaya, Punia pemilet, Punia dari Pemerintah Kabupaten Klungkung serta Pemerintah Propinsi Bali dan pihak lembaga swasta serta perorangan lainnya. (bfn)