KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa di kediaman masyarakat Karangasem, I Gusti Made Tusan, Selasa (5/5). Di tempat itu, sebanyak 29 jemaah haji asal Karangasem hendak menunaikan Ibadah Haji ke Tanah Suci.
Tradisi silaturahmi yang telah terjalin bertahun-tahun itu kembali menjadi ruang pertemuan sarat doa, harapan, dan pesan kebersamaan bagi para tamu Allah. Satu per satu jamaah menerima restu dan dukungan moral agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar hingga kembali ke tanah air dengan selamat.
I Gusti Made Tusan dalam pesannya mengingatkan para jemaah agar selalu menjaga kekompakan selama menjalankan ibadah di Mekkah dan Madinah. Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci agar seluruh proses ibadah dapat dijalani dengan nyaman dan khusyuk.
“Silaturahmi ini sudah terjalin bertahun-tahun. Saya berharap seluruh jemaah berangkat dalam keadaan sehat dan kembali dengan selamat. Tetap saling menghargai, saling menjaga, dan jangan sampai terpisah-pisah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” pesan Gusti Made Tusan.
Kasubag TU Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karangasem, H. Muhammad Syaid, menjelaskan jumlah jemaah yang diberangkatkan tahun ini sebanyak 29 orang. Awalnya terdapat 33 calon jemaah, namun dua orang bergabung dengan Denpasar, satu orang obat ke Jembrana, dan satu lainnya meninggal dunia.
“Seluruh jemaah sudah kami siapkan dengan dukungan penuh hingga keberangkatan ke Mekkah. Enam orang pendamping juga akan mengantar hingga Surabaya,” ujarnya.
Selain pendampingan, para jemaah juga mendapat dukungan transportasi keberangkatan maupun penjemputan saat kembali nanti.
Anggota DPRD Karangasem, I Gusti Ngurah Gde Subagiartha, turut memberikan pesan khusus kepada para jemaah agar menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci.
“Saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji. Jadilah teladan bagi masyarakat Karangasem, jaga toleransi, kebersamaan, dan teladan akhlak yang baik sebagai cerminan daerah kita,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karangasem, HA Sadat Kadar Usman, mengatakan agenda silaturahmi ke kediaman Gusti Made Tusan merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak tahun 2015.
“Ini bukan sekadar pelepasan, tapi momentum mempererat kebersamaan. Sesuai jadwal, para jemaah direncanakan kembali ke Karangasem pada 20 Juli mendatang,” jelasnya.
Di bawah doa yang dipanjatkan bersama, 29 jemaah haji Karangasem kini bersiap menempuh perjalanan spiritual menuju Tanah Suci, membawa harapan keluarga serta restu masyarakat untuk pulang sebagai haji yang mabrur. (tio/bfn)