BULELENG, Balifaktualnews.com – Kontingen Indonesia membuka hasil positif di hari pertama kejuaraan Dunia Vovinam 2025 yang berlangsung di GOR Indoor Tennis Undiksha Singaraja, Jinengdalem, pada Selasa (4/11/2025). Total 5 medali berhasil diamankan, terdiri atas 2 medali perak dan 3 medali perunggu.
Baca Juga : Buleleng Resmi Buka Kejuaraan Dunia Vovinam 2025, Atlet dari 26 Negara Disambut Beragam Seni Budaya
Di kategori seni, Indonesia meraih satu perak melalui nomor Ngu Moun Quyen. Medali ini dipersembahkan I Gusti Agung Ngurah Suardyana asal Tabanan. Agung Ngurah juga menyumbangkan medali perunggu untuk Indonesia di hari pertama di kategori seni nomor Long Ho Quyen.
Sementara itu pada kategori laga, Adi Suarjaya yang turun di kelas 64 kg putra harus mengakui keunggulan lawannya dari Aljazair dan berhak atas medali perak. Selain itu dua medali perunggu di kategori laga juga dipersembahkan Muh. Hafisd Insani yang turun di nomor 54 kg putra dan Mark Arbaan di nomor 87 kg putra.
Pelatih Indonesia Era Romadona menyebut hari pertama Indonesia baru menurunkan tiga atlet laga. Dari hasil itu, satu atlet berhasil menembus babak final dan baru akan kembali bertanding besok. “Hari ini yang melawan kita turunkan tiga atlet. Yang pertama ketemu Prancis dan bisa lanjut ke babak final. Dua atlet lain belum beruntung. Kita berharap final besok bisa hasilkan yang terbaik menghadapi Kamboja,” ujar Era.
Baca Juga : Bonus Medali Porprov Bali 2025 Dicairkan Pemkot Denpasar Rp 21 Miliar Lebih
Era Romadona menambahkan peluang medali masih terbuka lebar karena masih banyak jumlah tersisa, baik di laga maupun seni. Untuk laga, masih tersisa dua atlet putra dan satu putri yang berpeluang masuk final. Sedangkan di kategori seni, ada sekitar lima nomor pertandingan yang belum turun.
Pada kejuaraan dunia kali ini Indonesia mengirimkan 23 atlet. Ada dua nomor besar yang dipertandingkan yaitu laga dan seni. Untuk laga terdapat tujuh kelas mulai dari 55-57 kg hingga 75 kg. Sementara untuk seni terdiri dari nomor tunggal putra-putri, beregu putra-putri, hingga beregu senjata putra-putri. “Kita juga menurunkan atlet-atlet yang memang selama ini sudah pernah menjadi juara di seni. Target kita realistis, tiga atlet petarung besok adalah target emas,” tutup Era Romadona. (tya/bfn)