KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Menjelang Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih, puluhan pedagang kaki lima masih terlihat berjualan di jalur utama pemedek menuju Pura Penataran Agung Besakih, Kamis (26/3).
Pantauan di lapangan, pedagang yang menjajakan canang, air mineral, makanan ringan hingga sate masih berjejer di sepanjang akses jalan depan hingga samping pura. Padahal sebelumnya telah ada larangan berjualan di lokasi tersebut, mengingat pemerintah telah menyiapkan los dan kios khusus bagi pedagang.
Kepala Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, mengakui kondisi tersebut. Pestanya pun memastikan penertiban akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
“Segera kami tata. Rencananya pedagang akan diarahkan berjualan di depan wantilan, sehingga tidak lagi berjualan di sepanjang jalur pemedek,” tegasnya.
Menurutnya, penataan ini dilakukan agar aktivitas persembahyangan tidak terganggu, sekaligus memberikan ruang yang lebih tertib bagi pedagang lokal yang selama ini menggantungkan kehidupan di kawasan tersebut.
Saat pelaksanaan IBTK nanti, ratusan pedagang disebut telah terdata dan akan ditempatkan di sejumlah titik yang telah disiapkan, di antaranya parkiran Kedungdung, kios Manik Mas, kios Bencingah, serta area depan wantilan khusus pedagang lokal.
Selain pengaturan lokasi, pengelola juga akan mengatur zonasi jenis dagangan. Pedagang makanan dan non-makanan akan ditempatkan terpisah guna menciptakan kawasan yang lebih rapi dan nyaman.
Selain itu, selama berlangsungnya kegiatan, pengawasan terhadap makanan juga akan diperketat dengan melibatkan instansi terkait, untuk memastikan keamanan konsumsi bagi pemedek dan pengunjung.
Pengelola pun mengimbau para pemedek agar berbelanja di kios atau los yang telah disediakan setelah melakukan persembahyangan.
“Kami berharap pemedek bisa langsung kios yang sudah disiapkan. Ini untuk mendukung pengaturan yang lebih baik,” harapnya. (tio/bfn)