KARANGASEM, Balifaktualnews.com — Umat Hindu di Bali kembali melaksanakan upacara suci Yasa Kerti Bumi Sudha sebagai bentuk penyucian alam dan permohonan keselamatan. Salah satu rangkaian upacara tersebut digelar di Pura Pengubengan Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Jumat (19/12) besok.
Pelaksanaan upacara ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, menyikapi dinamika alam dan perubahan sasih yang dinilai berpotensi memicu berbagai penyakit, wabah, maupun bencana alam.
Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, Kamis (18/12), menjelaskan, bahwa berdasarkan Arah MDA Provinsi Bali, upacara Yasa Kerti Bumi Sudha dilaksanakan serentak di tiga pura utama, yakni Pura Pengubengan Besakih, Pura Ulun Danu Batur di Kintamani, dan Pura Watu Klotok di Klungkung.
“Prosesi upacara di Pura Pengubengan Besakih, dimulai pukul 09.00 l. Setelah upacara selesai, umat Hindu akan nunas tirta Bumi Sudha,” ujar Jro Widiartha.
Selain pelaksanaan di pura, umat juga diimbau melakukan persembahyangan di rumah masing-masing. Sarana upacara di sanggah atau merajan antara lain berupa sesayut pengambeyan, prascita, durmangala, banten pengenteg hyang pejati, sorwan tumpeng pitu, serta sayut pengambeyan. Di natar merajan dan natar permahan dihaturkan segehan cacah sebelas tanding.
Sementara itu, pada bagian pemesu atau pintu masuk pekarangan, umat diminta nanceb sanggah cucuk, mepelawa don kayu tulak, serta menghaturkan banten tumpeng selem adanan, lengkap dengan sarana upacara lainnya.
“Di sanggah cucuk juga dihaturkan segehan sembilan tanding, meulema jejeroan bawi matah, lebeng, getih atakir, dan sambat,” tambahnya.
Menurut Jro Widiartha, upacara Yasa Kerti Bumi Sudha memiliki makna mendalam sebagai upaya pemarisudha sekala dan niskala. Upacara ini bertujuan memohon keselamatan, kesucian, dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya, baik manusia, tumbuhan, maupun hewan.
“Melalui upacara ini, umat diajak menjaga keseimbangan antara Bhuana Agung dan Bhuana Alit, terutama pada masa pelestarian musim, agar terhindar dari wabah, penyakit, dan berbagai musibah,” jelasnya. (tio/bfn)