KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Penyuluhan disabilitas di Kabupaten Karangasem kini mendapat ruang lebih besar dalam upaya penanggulangan bencana. BPBD Karangasem secara resmi meluncurkan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB), Senin (20/7).
Pembentukan ULD-PB ini menjadi langkah untuk mewujudkan penanggulangan bencana yang lebih inklusif. Sebab, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan informasi, perlindungan, hingga penanganan saat terjadi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, I Made Aditya Sugiharta, mengatakan ULD-PB akan melibatkan penyandang disabilitas sebagai bagian dari kepesertaan. Mereka akan diberikan pemahaman mengenai kebencanaan sehingga mampu mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
“Minimal mereka para penyandang disabilitas dapat mengkomunikasikan dan merekomendasikan hal apa yang strategis serta mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” kata Aditya.
Menurutnya, ULD-PB nantinya akan memiliki sejumlah bidang yang melibatkan penyandang disabilitas bersama berbagai pihak terkait. Program-program penanggulangan bencana yang direncanakan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dalam lima tahun ke depan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta, mengapresiasi pembentukan ULD-PB tersebut. Terlebih lagi, Karangasem merupakan salah satu daerah dengan potensi bencana yang cukup tinggi, mulai dari tanah longsor, pohon tumbang, banjir hingga berbagai bencana lainnya.
Ia menegaskan, tidak boleh ada perbedaan dalam upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat, termasuk bagi penyandang disabilitas.
“Dengan diluncurkannya ULD-PB ini, kesiapan bagi para penyandang disabilitas mendapat perhatian penuh di kemudian hari karena pada dasarnya mereka memiliki hak yang sama,” ujar Sedana Merta.
Sedana Merta berharap ULD-PB tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Keberadaannya harus segera ditindaklanjuti dengan berbagai program yang memberikan dampak langsung kepada penyandang disabilitas.
“Hingga saat ini terdapat 13 potensi bencana di Karangasem, kami berharap jangan sampai terjadi bencana. Tapi jika terjadi bencana kita semua sudah siap termasuk para penyandang disabilitas,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Sub-Nasional Program Siap Siaga, Deswanto Marbun, menyebut pembentukan ULD-PB sangat penting dalam memperkuat pencegahan bencana yang inklusif.
Menurutnya, kebutuhan dan kapasitas penyandang disabilitas harus menjadi bagian dari perencanaan penanggulangan bencana. Mereka juga perlu dilibatkan secara aktif, bukan hanya menjadi penerima perlindungan.
“Karena para penyandang disabilitas harus mendapatkan perlindungan serta ikut dilibatkan dalam upaya penanggulangan bencana. Kami juga berharap ULD-PB bisa menjadi pelindung kelompok rentan,” kata Deswanto. (tio/bfn)