MANGUPURA, Balifaktualnews.com – Pemkab Badung pada tahun 2026 akan memberikan beasiswa untuk tingkat SMA dan S1. Program ini pun akan diprioritaskan kepada anak-anak petani dan nelayan di Kabupaten Badung. Hal ini disampaikan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, didampingi Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, usai membuka Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (30/1).
Program beasiswa ini juga diberikan untuk memberikan penghargaan kepada petani dan nelayan. Sekaligus program ini dinilai dapat menurunkan alih fungsi lahan di Gumi Keris.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa mengatakan, program beasiswa untuk siswa SMA akan dijalankan mulai tahun 2026, meski hal tersebut menjadi kewenangan Provinsi Bali. beasiswa pun akan diberikan kepada siswa yang akan mengenyam pendidikan di Kabupaten Badung.
“Kalau SD dan SMP kan sudah biasa, kalau ini SMA, termasuk tambah lagi satu, beasiswa ke perguruan tinggi,” ujar Adi Arnawa.
Pihaknya menyebutkan, program ini akan diberikan kepada anak-anak dari petani dan nelayan. Sebab program ini sejatinya adalah penghargaan kepada kedua profesi tersebut, untuk melestarikan petani dan nelayan. “Kenapa kami memberikan ruang, akses yang sepertinya cukup keistimewaan lah yang membuat masyarakat petani dan nelayan ini. Sehingga ketika dia membutuhkan untuk keluarganya, anaknya yang memang potensi untuk S1, dia tidak akan berpikir lagi. Pemerintah sudah hadir,” ungkapnya.
Mantan Sekda Badung ini pun menerangkan, melalui pemberian beasiswa ini tidak ada siswa yang harus putus sekolah. Terlebih pendidikan dinilai sebagai kebutuhan dasar yang wajib diberikan kepada masyarakat. Kemudian para orang tua dapat fokus dalam memelihara tanaman maupun mencari ikan. Adi Arnawa juga menilai program ini akan meningkatkan masyarakat yang menjadi petani. Intinya adalah mampu menurunkan alih fungsi lahan yang sering terjadi.
“Orang yang termotivasi jadi petani akan semakin ada. Sehingga titik acuannya adalah alih fungsi lahan kita bisa meminimalkan. Kalau sudah petani sudah ada geliat, sudah ada semangat, otomatis orang bersemangat untuk cocok tanam, otomatis dia tidak akan membiarkan tanahnya untuk diberikan kepada orang lain,” jelasnya.
Berdasarkan data statistik pertanian pada tahun 2020-2024 angka alih fungsi lahan di Kabupaten Badung terus meningkat. pada tahun 2020 seluas 26,03 hektare lahan pertanian telah berubah. Kemudian pada tahun 2021 pun meningkat mencapai 72,71 hektare. Selanjutnya pada tahun 2022 kembali mengalami peningkatan alih fungsi lahan