Kegiatan berlangsung di Mapolres Klungkung dan dihadiri langsung oleh Kapolres Klungkung AKBP Alfons WP Letsoin, SIK, Waka Polres Klungkung, para Pejabat Utama (PJU), serta Perwakilan petugas dan Bintara.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan TFG (Tactical Floor Game) yang bertujuan untuk menyamakan persepsi personel seluruh terkait teknis dan strategi pengamanan.
Dalam arahannya Waka Polres Klungkung, Kompol I Made Ariawan P,SH, menekankan pentingnya penyamaan langkah dengan pihak Pemerintah Daerah.
“Kegiatan ini dalam rangka menyamakan persepsi pengamanan kantor objek vital kantor bupati, karena ada kemungkinan representasi aspirasi oleh masyarakat. Kita samakan langkah dengan rekan-rekan dari Pemda agar seluruh personel siap dan memahaminya lapangan,” katanya.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Klungkung, Kompol I Nyoman Budiasa,SH,MH, menjelaskan bahwa pelaksanaan TFG dimaksudkan untuk memberikan gambaran konkret mengenai skenario yang mungkin terjadi.
“TFG ini dirancang untuk meng-copy berbagai skenario unjuk rasa serta menguji dan meningkatkan koordinasi antarinstansi. Dengan begitu, setiap personel memahami prosedur dan langkah yang harus dilakukan,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama Kapolres Klungkung, AKBP Alfons WP Letsoin, SIK tekanan pentingnya kesiapan sejak dini.
“Setiap rencana unjuk rasa pasti diawali dengan surat pemberitahuan dari intelijen. Sehingga kita memiliki waktu untuk mempersiapkan pengamanan secara matang. Personel dan kendaraan AWC harus sudah siaga H-2 jam sebelum kegiatan dimulai, dan anggota lalu lintas biasanya mengatur arus di sekitar kantor bupati. Bila terjadi potensi gangguan, libatkan pecalang untuk menjaga situasi tetap kondusif,” tegasnya. (Roni/bfn)