KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Ribuan pelayat memadati Setra Adat Pidpid, Kecamatan Abang, Rabu (6/5), untuk mengiringi prosesi pengabenan almarhum Jro Mangku I Nyoman Goya, ayahanda Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa. Suasana khidmat dan penuh haru melompat rangkaian Upacara Pitra Yadnya/Sawa Prateka yang menjadi penghormatan terakhir bagi almarhum.
Prosesi sakral ini melibatkan langsung Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta, jajaran pimpinan OPD Pemkab Karangasem, tokoh masyarakat, serta ribuan krama dari berbagai wilayah di Bali.
Pengabenan dipuput dua sulinggih, yakni Ida Pandita Mpu Jaya Sattwikananda dari Geria Gaga, Taman Bali, Bangli, dan Ida Pandita Mpu Narmada dari Geria Narmada Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat.
Rangkaian upacara diawali dengan melaspas piranti sawa prateka berupa bade tumpang lima, lembu cemeng, titi mahmah, serta sarana upacara lainnya. Setelah memasuki galah dauh ayu usai pukul 12.00 Wita, jenazah almarhum diberangkatkan menuju setra.
Prosesi pengusungan bade dan seluruh piranti sawa prateka berlangsung khidmat. Sekitar 500 personel Jagabaya Pasek dari tingkat provinsi, kabupaten hingga kecamatan se-Kabupaten Karangasem bahu membahu mengusung bade, dipimpin Guru Pasek Ngurah Cabe, Guru Pasek Surya Wiratma, dan Guru Pasek Gede Kusumadana (Jhon Lagas).
Manggala karya sekaligus Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan yang mengalir kepada keluarganya.
“Atas nama keluarga besar, kami mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Bapak Bupati Karangasem, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, seluruh pengurus MGPSSR, Paiketan Sabha Pinandita, Jagabaya Pasek dari tingkat pusat hingga dadia-dadia, serta seluruh masyarakat yang telah hadir dan ikut mendoakan ayahanda kami. Kehadiran dan doa restu ini menjadi kekuatan besar bagi keluarga dalam melepasnya menuju alam keabadian,” ujar Pandu.
Ia menegaskan, lancarnya pelaksanaan upacara menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong krama Bali.
Sementara itu, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menyampaikan bahwa kehadirannya bersama jajaran pemerintah bukan sekadar bentuk penghormatan formal, melainkan wujud empati dan kebersamaan sebagai satu keluarga besar Karangasem.
“Kami hadir bukan hanya sebagai unsur pemerintah, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar Karangasem. Almarhum telah meninggalkan teladan pengabdian, martabat, dan nilai-nilai luhur yang patut diwarisi. Jejak pengabdiannya akan tetap hidup dalam ingatan masyarakat. Semoga dia mendapat tempat terbaik di sisi Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tegas Bupati yang akrab disapa Gus Par itu.
Prosesi pengabenan berlangsung lancar, khusyuk, dan sarat makna spiritual. (tio/bfn)