KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Konflik berkepanjangan di Desa Adat Bugbug kembali menjadi sorotan DPRD Karangasem. Dalam rapat kerja Komisi Gabungan (III dan IV) bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Selasa (27/1) persoalan internal desa adat tersebut dinilai berdampak langsung terhadap citra pariwisata dan berpotensi menurunkan kunjungan wisatawan.
Anggota Komisi IV DPRD Karangasem, Musna Antara, secara tegas mengutip target kunjungan wisatawan Karangasem tahun 2026 di tengah kondisi sosial yang tidak kondusif, khususnya akibat polemik yang terus berulang di Bugbug.
Ia menegaskan, konflik terbuka yang terus terjadi dan tersebar luas di media sosial menjadi alarm serius bagi dunia pariwisata. “Bagaimana kita berbicara menargetkan wisatawan kalau kondisi sosial di destinasi justru ribut dan tidak terkendali,” ujarnya.
Musna Antara juga menyampaikan nada yang disampaikan. Ia menyebut konflik Bugbug sebagai permasalahan serius yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung pada rasa aman dan kenyamanan wisatawan.
“Saya sedih melihat kondisi Bugbug yang selalu ribut. Pariwisata itu butuh kondusivitas. Kalau terus seperti ini, wisatawan akan berpikir ulang datang,” tegas Muana Antara
Menurutnya, konflik Bugbug bukan lagi persoalan internal semata, melainkan sudah menjadi isu publik yang viral dan dikonsumsi dunia internasional melalui media sosial. Oleh karena itu, Musna mendorong adanya intervensi serius dan inklusif dari pemerintah daerah.
Ia bahkan mengusulkan opsi penetapan status quo sementara jika diperlukan, guna menghentikan eskalasi konflik dan mencegah kerusakan citra pariwisata yang lebih luas. “Kalau perlu status quo-kan dulu. Yang penting situasi kondusif dan tidak membuat bobrok di mata dunia,” ujarnya.
Anggota Komisi III, Nyoman Sumadi menambahkan, selama ini belum banyak pihak yang berani menonjolkan aspek kondusivitas sebagai syarat utama pembangunan pariwisata. Padahal, konflik sosial yang dibiarkan tanpa solusi justru menjadi ancaman nyata bagi kepunahan sektor tersebut.
“Kasus Bugbug ini harus diselesaikan dengan pendekatan inklusif, melibatkan semua pihak. Jangan sampai terus viral dengan narasi negatif yang merugikan Karangasem,” tegasnya. (tio/bfn)