KARANGASEM, Balifaktualnews.com — Maraknya truk pengangkut material galian C yang berhenti dan parkir di kawasan wisata Candidasa, Kecamatan Karangasem, kembali menuai keluhan dari masyarakat. Aksi sejumlah pengemudi yang memarkir kendaraan besar di tepi jalan untuk mendinginkan ban dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas sekaligus mencoreng citra kawasan wisata tersebut.
Menyanggapi keluhan tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karangasem mengambil langkah persuasif. Kasat Lalu Polres Karangasem, Iptu I Gusti Agung Putu Mahaputra, mengungkapkan bahwa kegagalan telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan itu.
“Kami sudah menegur dan mengimbau para sopir agar tidak memarkirkan truk di jalur tersebut. Selain itu, kami juga menganjurkan agar rest area yang ada di sekitar kawasan Candidasa dapat difungsikan secara maksimal,” ujar Mahaputra, Senin (20/10).
Ia menambahkan, salah satu penyebab seringnya pengemudi berhenti di tepi jalan adalah karena fasilitas rest area yang belum dimanfaatkan dengan baik. “Rest area perlu ditata kembali agar benar-benar bisa digunakan oleh sopir truk sebagai tempat istirahat,” jelasnya.
Mahaputra juga memastikan, pihak kepolisian rutin melakukan pemantauan di jalur utama Karangasem–Klungkung untuk menjaga kelancaran lalu lintas. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan seperti pecah ban atau patah pada truk yang berpotensi menyebabkan kemacetan.
Selain fokus pada penertiban kendaraan berat, Satlantas Polres Karangasem juga terus berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih tergolong tinggi. Berdasarkan data hingga 20 Oktober 2025, tercatat 497 kasus kecelakaan di wilayah Karangasem. Dari jumlah tersebut, 23 orang meninggal dunia, 4 orang mengalami luka berat, dan 650 orang mengalami luka ringan.
“Kasus kecelakaan di Karangasem masih cukup tinggi, dan sebagian besar melibatkan pengendara sepeda motor. Faktor utamanya adalah kecerobohan serta rendahnya disiplin berlalu lintas,” ujarnya.
Untuk menekan angka kecelakaan, Satlantas aktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah serta meningkatkan patroli di titik-titik rawan pelanggaran. Selain itu, penerapan sistem E-Tilang juga dinilai cukup efektif dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih tertib di jalan.
“Kami berharap berbagai langkah ini dapat berdampak positif dan mampu menurunkan angka kecelakaan di wilayah Karangasem,” tutup Mahaputra.
(tio/bfn)