KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Penyanyi asal Desa Kubu, Karangasem, Mila Dewi kembali meramaikan blantika musik Bali dengan merilis single terbarunya berjudul “Satya Tanpa Tepi.” Lagu ini menjadi karya keempat dalam perjalanan kariernya sekaligus menghadirkan pesan kuat tentang kesetiaan seorang perempuan hingga akhirnya berlabuh di pelaminan.
dari karya sebelumnya, lagu ini terinspirasi dari pengalaman pribadi Mila yang kerap tampil sebagai penyanyi dalam berbagai prosesi pawiwahan di Bali. Dari situlah muncul keinginan untuk menciptakan lagu yang benar-benar mewakili momen sakral pernikahan.
“Sering menyanyi di acara pawiwahan membuat saya ingin punya lagu yang menggambarkan perjalanan cinta yang panjang sampai akhirnya mantap menikah,” ujar Mila, Minggu (8/3)
Lagu “Satya Tanpa Tepi” merupakan ciptaan Mila sendiri. Judul tersebut dipilih untuk menggambarkan kesetiaan tanpa batas seorang perempuan kepada pasangannya, sejak ia ‘diambil dari rumah bajang’ hingga menjalani kehidupan rumah tangga bersama.
Ide lagu ini lahir secara spontan. Saat perjalanan darat dari Denpasar menuju Karangasem usai proses rekaman single keduanya, “Jengah”, Mila justru mendapatkan ilham. Dalam perjalanan sekitar tiga setengah jam itu, lirik hingga melodi lagu pun mulai tersusun.
Sebelum merilis karya terbaru ini, Mila Dewi telah lebih dulu meluncurkan tiga single yakni “Jalan Ubadin”, “Jengah”, dan “Med Pedidian” yang dirilis pada Agustus tahun lalu. Untuk “Satya Tanpa Tepi”, ia bekerja sama dengan WIGO Project Official sebagai label rilisan. Proses aransemen digarap oleh Widi Gomes dan diselesaikan hanya dalam waktu dua hari.
Video klip lagu ini juga digarap dengan konsep pawiwahan adat Bali yang sederhana namun sarat makna. Pengambilan gambar dilakukan oleh Widhi Photo, sementara tata rias dipercayakan kepada Sasya Beauty Studio. Video klipnya dijadwalkan tayang pada 26 Februari melalui kanal YouTube WIGO Project Official.
Meski sempat menghadapi tantangan jarak antara tempat tinggal dan studio rekaman, Mila tetap bersemangat menuntaskan proyek ini. Ia mengaku sempat melakukan beberapa pengambilan vokal ulang, namun seluruh proses akhirnya berjalan lancar.
Secara musik, lagu ini masih berada di jalur pop Bali yang menjadi ciri khas Mila. Namun dari segi tema, “Satya Tanpa Tepi” menghadirkan nuansa yang lebih matang dan personal.
Perjalanan pembawa Mila sendiri dimulai dari ajang lomba BRTV dan KPB sebelum merilis single pertama pada tahun 2005. Ia sempat vakum cukup lama karena menetap di Lombok sejak tahun 2006 hingga 2021. Setelah kembali ke Bali, semangat bermusiknya bangkit kembali dengan merilis “Jengah” yang diangkat dari kisah hidupnya.
Kini, melalui “Satya Tanpa Tepi”, Mila berharap lagu tersebut dapat diterima masyarakat Bali dan menjadi salah satu lagu yang mewakili makna kesetiaan dalam sebuah pernikahan.
“Semoga lagu ini bisa menghibur dan menjadi bagian dari momen indah bagi masyarakat Bali,” tutupnya. (tio/bfn)
Mila Dewi, Satya Tanpa Tepi, lagu bali, lagu bali viral