BULELENG, Balifaktualnews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan audiensi dari perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam serikat Cipayung Plus pada Jumat (3/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung dinamis dan konstruktif ini digelar di Ruang Gabungan Komisi Gedung Dewan, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, didampingi jajaran pimpinan serta anggota dewan lintas fraksi.
Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi damai yang disampaikan sebelumnya oleh siswa guna menyuarakan sejumlah isu krusial nasional maupun daerah.
Fokus utama pembahasan mengerucut pada tiga sektor fundamental di Kabupaten Buleleng, yakni program pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pembenahan infrastruktur.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian dan pergerakan kritis yang ditunjukkan oleh para pelajar demi kemajuan masyarakat Buleleng dan Indonesia secara umum.
Beliau juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf terkait ketidaknyamanan pada aksi orasi mahasiswa sebelumnya di gedung dewan yang belum sempat tersambut langsung oleh pimpinan. “Kami sampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya, bukan karena kami di pimpinan atau anggota dewan tidak mau menerima, namun pada saat yang bersamaan bertepatan dengan adanya kegiatan persembahyangan keagamaan kami di kawasan Pura yang berada di areal gedung dewan. Selain itu, secara regulasi administratif, surat pemberitahuan belum sempat masuk sehingga kami di DPRD tidak mengetahui jadwal tersebut secara pasti,” urai Ngurah Arya.
Meski sempat terjadi kendala waktu, Ngurah Arya menegaskan bahwa esensi perjuangan mahasiswa hari ini disambut dengan tangan terbuka dan penuh rasa hormat dari seluruh fraksi di DPRD Buleleng.
Berfokus pada Isu Daerah terkait Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur, Ketut Ngurah Arya mengajak para mahasiswa untuk menitikberatkan ruang diskusi kali ini pada isu-isu nyata yang sedang dihadapi Kabupaten Buleleng. Menurutnya, pemikiran kritis dan segar dari mahasiswa sangat dibutuhkan sebagai ruang mencari solusi, bukan sekadar menuntut.
Pendidikan dan kesehatan menjadi landasan utama indeks pembangunan manusia di Buleleng yang harus terus dikawal penganggaran dan efektivitas programnya di lapangan, serta mengakomodasi percepatan pembangunan fasilitas umum guna menunjang roda perekonomian daerah. “Kita tidak mengabaikan isu nasional, tapi untuk isu nasional nanti saya akan memberikan waktu dan ruang khusus di ruangan pimpinan. Hari ini, mari kita berbicara tentang diskusi Buleleng. Apa yang harus kita lakukan? Kami di lembaga dewan dan kalian semua sebagai pemikir-pemikir muda harus bisa memberikan jalan keluar, kita tidak sekadar menuntut, tetapi yang lebih penting memberikan solusi dan menjawab permusuhan kita bersama,” tegas Ketua DPRD.
Di akhir sesi pembuka, pimpinan dewan menyatakan komitmennya untuk membedah seluruh poin aspirasi mahasiswa secara kolektif kolegial bersama anggota dewan yang hadir. DPRD Buleleng berjanji, apabila ada poin-poin krusial yang belum bisa terjawab secara instan hari ini, hal tersebut dipastikan akan menjadi pekerjaan rumah prioritas legislatif untuk dikoordinasikan bersama pihak eksekutif. “Mudah-mudahan diskusi singkat ini memberi arti bagi kita semua, termasuk juga untuk kemajuan Kabupaten Buleleng yang kita cintai bersama,” pungkas Ngurah Arya. (tya/bfn)