JAKARTA, Balifaktualnews.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendokumentasikan (tindak lanjut) konferensi rapat kerja Komisi V DPR RI dan pemerintah pusat terkait percepatan pembangunan infrastruktur pariwisata Bali, pada Selasa 21 April 2025 di Jakarta. Tiga menteri didatangi Gubernur Koster. Hasil perjuangan Koster untuk masyarakat Bali secara bertahap mulai direstui pemerintah pusat.
Tiga kementerian yang didatangi yakni Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Audiensi menyambut hangat tiga menteri. Pertemuan untuk menyelaraskan aksi nyata dari keputusan/kesepakatan Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri PU,Menteri Perhubungan,dan Gubernur Bali pada 8 April 2026 lalu. Saat itu, semua pihak telah menandatangani kesepakatan untuk menyetujui percepatan pembangunan Infrastruktur pendukung pariwisata Bali.
Usai pertemuan bersama para menteri, Gubernur Koster kepada awak media menjelaskan Menteri PU Dody Hanggodo dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi serta dengan dukungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Menteri PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang diusulkan Pemprov Bali sesuai Keputusan Rapat Kerja Komisi V DPR RI. Percepatan pembangunan infrastruktur akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2026. Semua ini akan diawali dengan kajian dan perencanaan serta dilanjutkannya pembangunan fisik.
“Menteri PU menegaskan tahun 2026-2027 mulai dibangun jalan underpas Jimbaran Badung, pembangunan gedung parkir Pura Ulun Danu Batur, pembangunan jembatan Nusa Ceningan-Nusa Lembongan, jalan shorcut titik 11 dan 12 Singaraja-Mengwitani, dan lanjutan pembangunan Embung Unda Klungkung,” jelas Koster.
Terkait ketersediaan jaringan air bersih dan keberadaan subak, Gubernur Koster menambah Kementerian PU akan membangun jaringan air minum dan irigasi dari Bendungan Telagawaja untuk masyarakat di kecamatan Kubu, Karangasem.
Gubernur Bali dua periode ini menyampaikan Menteri Perhubungan juga menegaskan tahun 2026-2027 mulai membangan transportasi taksi laut yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai ke Nusa Dua-Canggu Badung. Kemudian akan pelabuhan Celukan Bawang menjadi pelabuhan logistik, penumpang, dan pariwisata di Buleleng. Kemenhub juga akan melakukan pengembangan pelabuhan Padangbai menjadi pelabuhan logaistik, penumpang,dan pariwisata. Kemudian akan membangun pelabuhan logistik di wilayah Amed Karangasem, dan pembangunan pelabuhan Gunaksa Klungkung.
Koster menjelaskan, kemenhub menyetujui usulan Pemprov Bali untuk memisahkan transportasi logistik dan kendaraan penumpang. Transportasi kendaraan logistik dari Ketapang langsung ke Pelabuhan Celukan Bawang, pelabuhan Amed, atau Gunaksa sesuai tujuan. Sementara itu, Jalur Gilimanuk-Mengwi hanya diprioritaskan untuk kendaraan penumpang guna mengurangi jumlah kendaraan. Hal ini diharapkan akan mengurangi kemacetan dan risiko terhadap kenyamanan dan keamanan.
Gubernur Koster menjelaskan Kementerian PU juga menyetujui rencana pembangunan infrastruktur jalan underpas Jimbaran Badung untuk mengurangi kemacetan wilayah Badung Selatan. Kemudian, pembangunan gedung parkir Pura Ulun Danu Batur yang bertujuan mengurangi kemacetan jalur Singaraja-Batur-Besakih dan jalur Gianyar-Klungkung-Batur.
“Pembangunan infrastruktur penghubung antar kabupaten dan strategi pembangunan sarana prasarana se Bali akan berlanjut tahun 2028, 2029, dan 2030 untuk mengatasi kemacetan se Bali serta berdampak pada munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dalam rangka perataan pembangunan antar wilayah Bali utara, selatan, timur, barat, dan tengah,” jelas Koster.