KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Prestasi kagum kembali ditorehkan cabang olahraga tinju Kabupaten Karangasem pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Provinsi Bali 2026. Tim tinju Karangasem sukses meraih predikat Juara Umum II setelah mengumpulkan total 14 medali, terdiri atas 5 medali emas, 4 medali perak, dan 5 medali perunggu.
Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi pembinaan atlet muda yang selama ini dilakukan di Karangasem. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, para pelajar petinju mampu tampil kompetitif dan bersaing dengan kabupaten lain di tingkat provinsi.
Ketua Umum KTI Karangasem, Kadek W. Kusmiadewi, sikonfkrmaai Selasa (10/9), mengaku bangga atas perjuangan dan kerja keras para atlet yang kembali mengharumkan nama daerah. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan posisi Juara Umum II merupakan pencapaian yang tidak mudah diraih.
“Menjadi juara umum kedua di tingkat provinsi adalah prestasi yang luar biasa. Ini membuktikan adanya konsistensi, kerja keras, dan dedikasi yang tinggi untuk terus mengukir prestasi. Tentu hal ini membuat masyarakat Karangasem bangga,” ujarnya.
Pada Porsenijar tahun ini, atlet yang tampil merupakan petinju dari sasana yang berada di wilayah Karangasem. Sementara tim dari Kecamatan Manggis tidak dapat berpartisipasi karena terkendala ketersediaan pelatih yang tidak bisa meninggalkan pekerjaan di sektor perhotelan.
Dewu menegaskan, prestasi yang diraih para atlet tidak datang secara instan. Di balik setiap medali terdapat proses panjang berupa latihan fisik, penguatan mental, hingga pemahaman strategi yang membutuhkan pelatihan berkelanjutan dan terarah.
“Perjuangan anak-anak ini tidak mudah. Mereka berlatih dengan disiplin dan penuh pengorbanan. Karena itu prestasi mereka harus mendapatkan apresiasi yang layak,” kata Dewi yang juga Wakil Ketua DPRD Karangasem itu.
Ia berharap atlet-atlet berprestasi mendapat perhatian lebih, khususnya saat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya, prestasi olahraga seharusnya menjadi nilai tambah dan tidak lagi menjadi alasan untuk calon siswa menolak siswa yang telah mengharumkan nama daerah.
Selain itu, Kadek juga mendorong agar olahraga tinju dapat diperkenalkan lebih luas di lingkungan sekolah sebagai salah satu pilihan kegiatan olahraga. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial sejak usia dini.
“Saya yakin masih banyak anak-anak Karangasem yang memiliki bakat dan potensi di cabang tinju. Jika diberikan ruang dan pelatihan yang tepat, mereka bisa berkembang dan membawa prestasi lebih tinggi lagi bagi daerah,” tutupnya.
Keberhasilan meraih 14 medali di Porsenijar Bali 2026 sekaligus menjadi sinyal bahwa Karangasem masih menjadi salah satu kekuatan utama tinju pelajar di Bali dan memiliki masa depan cerah untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi di level yang lebih tinggi. (tio/bfn)