KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Banjir bandang kembali mogoknya kawasan yang dilalui Tukad Sirih dari Desa Gegelang hingga Antiga dan Antiga Kelod, Kamis (11/12). Puluhan kepala keluarga (KK) terdampak setelah udara meluap hingga memasuki pekarangan rumah warga. Salah satu sekolah di Kecamatan Manggis bahkan mengalami kerusakan yang cukup parah, di mana tembok penyengker roboh dan air bercampur lumpur masuk ke ruang kelas.
Di Banjar Dinas Pangitebel, Desa Antiga Kelod—salah satu titik terdampak—warga bernama I Ketut Kompyang menuturkan bahwa hujan lebat mulai mengguyur sejak siang hari. Menjelang sore, debit udara di Tukad Sirih meningkat tajam, terlebih rumah Kompyang berada di tepian sungai.
“Tidak lama kemudian air naik dan masuk ke halaman. Kami langsung mengamankan barang-barang seperti kasur dan pakaian agar tidak terendam,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).
Udara yang menerobos pekarangan warga mencapai setinggi lutut orang dewasa. Meski begitu, tidak ada barang berharga yang rusak. Setelah hujan reda, aliran air perlahan menyusut dan kondisi halaman kembali kering.
“Tadi malam air langsung turun. Tidak ada yang menggenang, sekarang sudah normal. Di sungai pun aliran air masih ada tetapi tidak besar,” tambahnya.
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan awal, sedikitnya 33 KK terdampak di beberapa titik sepanjang aliran Tukad Sirih.
“Warga terdampak hanya melewati udara yang sempat masuk ke halaman rumah. Air cepat surut, tidak sampai menggenang seperti kejadian sebelumnya,” terang Arimbawa.
Selain merendam rumah, banjir meluber ke kawasan SMPN 3 Manggis hingga tembok menyebabkan penyengker sekolah jebol serta lumpur mengalir ke dalam kelas. Sejumlah wilayah lain di Kecamatan Manggis juga dilaporkan mengalami longsor, antara lain Banjar Telengan di Desa Gegelang dan Banjar Ketug di Desa Antiga.
“Kami masih melakukan pendataan lanjutan. Kemungkinan jumlah warga yang terdampak akan bertambah,” ujarnya.
Arimbawa menambahkan analisis, sementara menunjukkan penyebab utama banjir adalah pendangkalan di Tukad Sirih. Kondisi sungai yang dangkal membuat air mudah meluap setiap kali hujan deras mengguyur wilayah hulu.
“Jika normalisasi dilakukan secara menyeluruh, dampak banjir bisa diminimalkan. Panjang Tukad Sirih sekitar 10 kilometer dari Desa Gegelang hingga pesisir Desa Antiga,” jelasnya.
Dengan potensi hujan lebat dan angin kencang yang diperkirakan masih akan melanda Karangasem dalam beberapa hari ke depan, BPBD mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir, pohon tumbang, maupun tanah longsor. (ger/bfn)