KARANGASEM, Balifaktualnews.com — Ditengah meningkatnya kebutuhan air bersih di wilayah perkotaan Karangasem, secercah harapan muncul dari Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang. Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, turun langsung mengulas Sumber Mata Air Pasucian Angsoka, Selasa (21/10) yang diyakini memiliki potensi besar untuk menjadi penopang pasokan air bagi ribuan warga.
Didampingi Direktur PDAM Tirta Tohlangkir, I Komang Haryadi Parwatha, Wabup Pandu menelusuri kawasan sumber air yang oleh masyarakat setempat disebut memiliki debit cukup besar. Namun, statusnya hingga kini masih “memediator” istilah lokal untuk sumber air yang belum dikelola secara resmi, meski sempat disurvei oleh PDAM.
“Dari hasil survei awal, debit air di Angsoka ini sangat menjanjikan. Namun kami masih melakukan kajian teknis lebih dalam, terutama soal sistem pengelolaan dan distribusinya,” jelas Direktur PDAM.
Wabup Pandu menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam pemanfaatan sumber air ini. Menurutnya, pengelolaan tidak boleh hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga harus mempertimbangkan kesepakatan bersama antara pemerintah, PDAM, dan masyarakat adat setempat.
“Kita ingin semuanya transparan dan disepakati bersama. Rencana pemanfaatan ini harus melibatkan Bendesa Adat dan warga Tiyingtali agar ke depan tidak muncul persoalan,” ujar Wabup Pandu.
Pemkab Karangasem berencana mengadakan pertemuan lanjutan untuk menyatukan persepsi dan menyusun langkah-langkah konkret. Air dari Tiyingtali nantinya direncanakan dapat dialirkan hingga ke wilayah Kecamatan Karangasem.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategi Pemkab Karangasem mengatasi defisit air bersih yang sudah lama menjadi persoalan. Jika kajian teknis rampung dan kesepakatan tercapai, Sumber Angsoka bisa menjadi titik balik penting bagi kemandirian udara di Bumi Lahar. (tio/bfn)