KARANGASEM, Balifaktualnews.com — Pengawasan di kawasan suci Pura Agung Besakih kini diperketat. Sebanyak 160 kamera pengawas (CCTV) dipasang di berbagai titik strategis untuk memantau aktivitas pemedek selama rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK).
Kamera-kamera tersebut tersebar mulai dari jalur utama menuju Besakih, area parkir, hingga area pura. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas persembahyangan, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan di lapangan.
Kepala Badan Pengelola Kawasan Suci Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, menjelaskan seluruh CCTV terhubung langsung ke ruang kontrol yang dijaga petugas selama 24 jam. Dari ruangan ini, setiap pergerakan di lapangan dapat memantau secara real time.
“Kalau terjadi kemacetan, ada pemedek pingsan, atau kejadian lain, petugas bisa langsung bergerak cepat karena informasi langsung terpantau,” ujarnya, Kamis (9/4).
Ia menegaskan, kehadiran sistem pengawasan ini bertujuan mempercepat respons di lapangan, sehingga setiap potensi gangguan dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Sejauh ini, pelaksanaan IBTK masih berjalan relatif lancar. Jumlah pemedek yang datang disebut masih dalam kategori normal dan belum membludak. Namun, diperkirakan akan terjadi pada akhir pekan, seperti pola tahun-tahun sebelumnya.
Tak hanya saat upacara keagamaan, CCTV juga dimanfaatkan untuk pengawasan harian, termasuk memantau aktivitas wisatawan yang berkunjung ke kawasan Besakih. Bahkan, sejumlah kasus barang tertinggal milik pemedek maupun wisatawan berhasil ditelusuri dan ditemukan berkat rekaman kamera pengawas tersebut.
Dengan sistem ini, pengelola berharap keamanan dan kenyamanan di kawasan suci Besakih tetap terjaga, di tengah ketinggian mobilitas pemedek maupun wisatawan. (tio/bfn)