KARANGASEM, Balifaktualnews.com — Persoalan kesenjangan akses telekomunikasi masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Karangasem. Hingga akhir tahun 2025, belasan titik di sejumlah kecamatan masih terdeteksi sebagai wilayah blank spot atau jangkauan sinyal yang minim.
Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Karangasem, dari total delapan kecamatan yang ada, hanya Kecamatan Bebandem yang tercatat sepenuhnya bebas dari blank spot. Sementara itu, tujuh kecamatan lainnya masih menghadapi kendala serupa di beberapa desa.
Sejumlah titik blank spot tersebar di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, kemudian di Desa Bunutan, Kecamatan Abang. Selain itu, wilayah Desa Seraya Barat di Kecamatan Karangasem juga masih mengalami kendala sinyal. Kondisi serupa ditemukan di Desa Ngis, Kecamatan Manggis, serta di Kecamatan Kubu yang meliputi Desa Ban dan Desa Sukadana.
Tak hanya itu, titik blank spot juga tercatat di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, serta Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sidemen. Kondisi ini menunjukkan bahwa akses komunikasi digital di Karangasem belum sepenuhnya merata, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang.
Kepala Dinas Kominfo Karangasem, Ida Nyoman Astawa, mengungkapkan bahwa faktor geografis menjadi penyebab utama masih adanya blank spot. Kontur wilayah yang didominasi perbukitan dan lembah membuat jangkauan sinyal telekomunikasi terhalang, sehingga sulit dijangkau oleh jaringan infrastruktur.
“Menyikapi kondisi tersebut, kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan menyampaikan wilayah-wilayah yang masih mengalami blank spot,” ujarnya, Kamis (9/4)
Ia menambahkan, menyisihkan juga terus melakukan pendataan wilayah yang memenuhi kriteria untuk diusulkan dalam program penguatan jaringan melalui platform SIGNAL yang disediakan pemerintah pusat. Usulan tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi di daerah-daerah yang tetap terlindungi sinyal.
Di sisi lain, sebagai langkah jangka pendek, Pemkab Karangasem juga menghadirkan layanan internet gratis di sejumlah desa dengan memanfaatkan anggaran daerah (APBD). Program ini diharapkan mampu menjadi solusi sementara, sekaligus membuka akses informasi dan komunikasi bagi masyarakat di wilayah blank spot.
Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap cakrawala digital di Karangasem dapat segera teratasi, sehingga seluruh bisa menikmati layanan masyarakat telekomunikasi yang merata dan mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik. (tio/bfn)