KARANGASEM, Balifaktualnews.com — Membludaknya pemedek dalam rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih membawa pemutaran volume sampah setiap hari. Penggunaan persembahyangan, sisa canang, plastik, dan berbagai limbah langsung memenuhi sejumlah titik di kawasan suci tersebut.
Mengantisipasi hal itu, Desa Adat Besakih tak tinggal diam. Puluhan petugas kebersihan dikerahkan setiap hari untuk memastikan lingkungan pura tetap bersih dan nyaman bagi pemedek. Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, menegaskan bahwa pembersihan dilakukan secara rutin dan menyeluruh, terutama di pusat kegiatan persembahyangan.
Di area Pura Penataran Agung saja, sedikitnya 12 petugas disiagakan setiap hari. Mereka tidak hanya bekerja di satu titik, tetapi juga menjangkau pura-pura pedarman yang tersebar di seluruh kawasan Besakih.
“Setelah pemedek selesai sembahyang, petugas langsung bergerak agar sampah tidak menumpuk terlalu lama,” ujarnya, Kamis (9/4).
Upaya ini semakin kuat dengan dukungan lintas pihak. Dari Pemkab Karangasem, sebanyak 37 tenaga kebersihan diterjunkan, sementara dari Pemerintah Provinsi Bali ada tambahan 25 personel. Mereka bekerja terpadu, menyisir area pura hingga jalur keluar-masuk pemedek.
Sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian diangkut menggunakan sejumlah armada menuju TPS3R di Banjar Palak untuk diproses lebih lanjut. Skema ini menjadi langkah penting agar sampah tidak hanya dipindahkan, tetapi juga dikelola secara berkelanjutan.
Di tengah lautan pemedek yang terus berdatangan, kerja cepat para petugas menjadi garda terdepan menjaga kesucian dan kebersihan Besakih. Sebuah kerja yang hening, namun vital, demi memastikan ritual suci tetap berlangsung secara khidmat tanpa mengganggu permasalahan lingkungan. (tio/bfn)