KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Konflik yang terjadi di sejumlah negara Timur Tengah mulai berdampak pada sektor pariwisata Bali. Sejumlah penerbangan internasional dari dan menuju Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai dilaporkan mengalami penundaan hingga pembatalan, khususnya rute Timur Tengah.
Ketua PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa, mengatakan situasi tersebut patut menjadi perhatian serius para pelaku pariwisata. Pasalnya, beberapa penerbangan menuju Dubai, Arab Saudi dan sejumlah negara lain di kawasan Timur Tengah untuk sementara tidak beroperasi, termasuk rute sebaliknya menuju Bali.
“Sejumlah penerbangan internasional ke Timur Tengah maupun dari sana masih ditutup atau ditunda. Hal ini tentu berdampak pada arus kunjungan,” ujarnya.
Menurut Kariasa, dampak paling terasa adalah pada wisatawan Eropa yang umumnya transit di kota-kota seperti Dubai atau Doha sebelum melanjutkan perjalanan ke Bali. Dengan terganggunya jalur transit tersebut, otomatis rencana perjalanan wisatawan ikut tertunda.
Ia menilai, jika konflik berkepanjangan, efeknya bisa meluas tidak hanya di Bali tetapi juga pada sektor pariwisata global. Karangasem sebagai salah satu destinasi unggulan di Bali juga berpotensi merasakan imbasnya, terutama menjelang periode peningkatan kunjungan wisatawan Eropa yang biasanya mulai terjadi pada bulan April.
“Kami berharap konflik ini tidak berlarut-larut. Jika situasi cepat membaik, maka arus kunjungan bisa kembali normal dan tidak terlalu mengganggu musim kunjungan mendatang,” harapnya.
Saat ini, kunjungan wisatawan Eropa masih relatif landai. Pelaku pariwisata pun berharap stabilitas kawasan segera pulih agar kepercayaan wisatawan tetap terjaga dan roda ekonomi pariwisata tetap bergerak. (tio/bfn)