DENPASAR, Balifaktualnews.com – Gubernur Bali Wayan Koster menggelar ramah tamah dalam rangka menyambut hadirnya Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1948 yang hampir bersamaan dengan Hari Raya Idup Fitri 1447 Hijriah, guna mempererat hubungan Silaturahmi serta meningkatkan sinergi antara Pemprov Bali dengan Unsur Forkopimda, FKUB, Majelis dan Lembaga Keagamaan serta Organisasi Masyarakat yang bertempat di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Senin (16/3).
Dalam ungkapan sekapur sirih, Gubernur yang sebelumnya menjabat Anggota DPR RI selama tiga periode, dan cukup lama tinggal di Ibukota Jakarta ini mengaku mengikuti dan memahami betul berbagai dinamika dalam menyambut Hari Raya Suci Nyepi dan Idul Fitri, yang diantaranya ada selisih hari peringatan.
Begitu juga dengan tahun ini, ada yang sudah ditentukan, namun secara umum masih menunggu hasil sidang Isbat oleh pemerintah pusat.
“Umat Muslim tahun ini mungkin ada yang merayakan Idul Fitri tanggal 20, mungkin tanggal 21 sesuai perkiraan yang tertera pada tanggal merah kalender tahunan, namun kita tunggu hasil keputusan sidangnya dulu. Dan kebetulan Hari Raya Nyepi jatuhnya tanggal 19, jika ada yang bertepatan Idul Fitri tanggal 20 jadi ya malam takbiran berbarengan dengan Nyepi. Dalam pelaksanaan takbiran, umat muslim ada yang melaksanakan di Masjid, ada yang tidak menjalankan maupun juga ada yang menjalankan di rumah masing – masing,” urai Gubernur Wayan Koster.
Lebih jauh lagi menurut Gubernur Bali, momen Hari Raya dua agama yang dirayakan hampir bersamaan ini menjadi hal yang baik dan positif bagi Bali, serta penanda kondusifitas dan tinggi toleransi beragama seperti yang dikenal selama ini, terutama dalam hal menjaga citra pariwisata Bali.
“Kami sudah dapat berkumpul dengan seluruh Pimpinan Majelis Agama baik agama Muslim maupun agama lainnya, berkomunikasi bersama Para Pimpinan Forkopimda, hingga beberapa Menteri terkait, membahas topik yang sama, dan Saya sampaikan kondisi Bali baik – baik saja seperti kita berkumpul bersama disini malam ini,” jelas Gubernur disambut tepuk tangan para peserta.
Gubernur Wayan berharap dinamika perbedaan pandangan yang berkembang di media sosial tidak terus dibahas, hal yang menurutnya lebih penting yakni kondusifitas Bali.
Untuk itu menjadi tanggung jawab setiap Pimpinan Majelis dan tokoh agama memberikan pencerahan kepada masing – masing sesuai kesepakatan yang disepakati dalam pertemuan sebelumnya, serta menjadi tanggung jawab setiap orang yang tinggal di Bali untuk menjaga esensi kesucian Hari Raya Nyepi maupun Hari Raya Idul Fitri.
“Saya selaku Gubernur Bali, dan para hadirin selaku Pimpinan di institusi ataupun organisasi masing – masing mempunyai tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan, kenyamanan dan Kondusifitas Bali tetap terjaga dengan baik sesuai kesepakatan yang sudah kita ambil.
Semoga Hari Raya berjalan dengan khidmat dan lancar, Idul Fitri juga khusuk. Puasa hampir sebulan, tinggal menunggu perayaan lagi beberapa hari, godaannya lagi sedikit, jika bisa melewati ini tentu hasilnya akan bagus. Begitu pula sebaliknya umat Hindu, agar Nyepi berjalan bagus,” imbuhnya.
“Kita sebagai para Pimpinan di wilayah masing – masing mari memberikan pemahaman kepada umat, Idul Fitri tidak hanya menjadi urusan umat muslim, Nyepi tidak hanya menjadi urusan umat Hindu, tetapi urusan kita semua yang tinggal di Bali. Mari kita bangun kehidupan yang guyub sesama makhluk hidup,” pungkas Gubernur Wayan Koster. (ger/bfn)