KARANGASEM, Balifaktualnews.com —Penataan kawasan suci Pura Agung Besakih terus berlanjut. Setelah tahap pertama menghabiskan lebih dari Rp900 miliar dari skema APBN dan APBD, Pemerintah Provinsi Bali kini bersiap menjalankan tahap kedua pada tahun 2026 dengan anggaran Rp203 miliar.
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan, penataan lanjutan akan difokuskan pada kawasan parahyangan. Seluruh pura dan palinggih di Besakih akan diperbaiki agar lebih layak, indah, dan sakral. “Kita ingin semua palinggih tertata rapi, tidak ada lagi yang rusak atau lumutan,” ujarnya saat puncak karya IBTK di Penataran Pura Agung Besakih, waktu lalu.
Tahap kedua ini dijadwalkan dimulai setelah rangkaian karya besar selesai, dengan target rampung akhir tahun. Pemerintah berharap wajah Besakih sebagai pusat spiritual Bali semakin representatif dan memberi kenyamanan bagi pemedek.
Tak berhenti di sana, pengaturan tahap ketiga juga telah disiapkan. Fokusnya adalah pembenahan akses jalan Besakih guna mengurai kemacetan menuju yang selama ini sering terjadi. Jalur akan ditata lebih baik, termasuk kemungkinan pembangunan akses khusus agar arus kendaraan lebih lancar.
“Ke depan, pemedek tidak lagi terjebak kemacetan berjam-jam. Kita ingin perjalanan ke Besakih terasa nyaman dan khidmat,” tegas Koster.
Tahap ketiga direncanakan berlangsung pada tahun 2028 hingga 2029. Pemerintah menargetkan seluruh penataan rampung sebelum masa jabatan gubernur berakhir, sehingga Besakih benar-benar tampil sebagai kawasan suci yang tertata, indah, dan meminta Bali. (tio/bfn)