BULELENG, Balifaktualnews.com – Kegiatan pembelajaran bertajuk Sabtu Bahasa Inggris sukses dilaksanakan di Taman Baca Saraswati yang berlokasi di Dusun Melaka, Desa Kayuputih kecamatan Sukasada, kabupaten Buleleng, pada Sabtu (11/4/2026).
Program ini dirancang sebagai wadah praktik langsung bagi mahasiswa kelas 6D prodi PGSD dari Institut Mpu Kuturan Singaraja dalam mengimplementasikan strategi pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak (English for Children). Kegiatan yang dilaksanakan setiap Sabtu sore dan minggu pagi ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan kesempatan siswa mengimplementasikan materi yang sudah diajarkan di kelas pada situasi nyata.
Baca Juga : Rotary Club Gelar Distribution Day 2025 di Karangasem, Bantu 611 Siswa Sekolah Dasar
Dalam kegiatan ini, proses pembelajaran tidak hanya dilakukan secara teoritis, melainkan dikemas secara interaktif melalui praktik langsung bersama anak-anak di lingkungan taman baca. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menerapkan berbagai metode kreatif yang telah diajarkan sebelumnya, seperti permainan edukatif, storytelling, TPR serta aktivitas komunikasi sederhana yang disesuaikan dengan usia peserta didik.
Pendamping kegiatan, Ade Gorbi Irawan M.Pd menyampaikan bahwa Saturday English bertujuan untuk melatih kesiapan mental, kepercayaan diri, serta kemampuan pedagogis siswa sebelum mereka memasuki program praktik lapangan pada semester berikutnya. “Melalui interaksi nyata dengan anak-anak, siswa diharapkan mampu memahami dinamika kelas serta mengembangkan pendekatan mengajar yang efektif dan menyenangkan sesuai dengan materi yang mereka dapatkan dikelas sebelumnya,” ujarnya.
Baca Juga : Sekaa Liang Salurkan Bantuan Sembako ke Warga Kurang Mampu
Gorbi juga mengatakan bahwa, kegiatan ini juga selaras dengan kebijakan terbaru pemerintah melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di jenjang SD/MI. “Penerapan kebijakan ini direncanakan mulai berlaku pada tahun 2027, sehingga kegiatan Sabtu Bahasa Inggris diharapkan menjadi langkah awal dalam mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan kurikulum baru tersebut,” imbuhnya.
Selain memberikan manfaat bagi pelajar, kegiatan ini juga berdampak positif bagi anak-anak di sekitar taman baca saraswati. “Mereka mendapatkan pengalaman belajar bahasa Inggris yang lebih menarik dan mudah dipahami, sehingga dapat meningkatkan minat serta kemampuan dasar berbahasa Inggris sejak dini,” lanjut Gorbi.
Pendiri Yayasan Taman Baca Saraswati, Jro Ketut Wenten berharap, kegiatan Saturday English ini dapat terus berlanjut dan menjadi program kolaboratif yang memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi Institut Mpu Kuturan Singaraja sebagai institusi pendidikan maupun bagi masyarakat di Desa Kayuputih. “Sinergi antara dunia akademik dan masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang produktif, inspiratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat pada umumnya,” harapnya. (tya/bfn)