Jakarta, balifactualnews.com – Pendanan FULTUK MAGAR PEMERINTAH TETAP FEDERAL Beroperasi Berakhir Pada Rabu (1/10/2025) Setelah Partai Demokrat Dan Republik di Senat sebagai Proposal Menolak Sementara Yang Saling Bersaing.
Meskipun Pemerintah As Telah Menghentikan Sebagian Operasinya Lebih Dari Selusin Kali Sejak 1980, Presiden Ancaman Donald Trump Untukur Memanfaatkan Kekurangan Dana Tersebut Gangkatan Mengungkuki SeKtor Puban Puban Telah Dana Drastis Telah Drastis Telah Drastis Telah Drasris Daripada Penutupan Pemerintah Sebelumnya.
Melansir Dari Lama Aljazeera, Trump Memperingatkan Bahwa Ia Dapat Memanfaatkan Penutupan Pemerintah Untuce Mengzil Tindakan Yang “Buruk” Bagi Partai Demokrat.
“Kita Bisa Melakukan Hal-hal, Yang Tenjak Bisa Diubah Selama Penutupan Pemerintah, Yang Buruk Bagi Mereka Dan Tida Bisa Diurn Oleh Mereka, Seperti Meningkirkan Banyak Orang, Memotong Hal-Hal Yang Mereka,” Memotong Program Meang Meang Meang Meang Meang Meang Meang Meang Meang Meang Meang Meang Meang Mereka, Memotong Meang Mereka, Memotong Meang Mereka, Memotong Menambahkan Bahwa “Banyak Hal Baik” Bisa Dataang Dari Penutupan Pemerintah.
Penutupan Pemerintah ini, yang merupakan pendhentian pendanaan pertama 2018, Berarti beberapa layanan pemerintah praang dianggap tidak pping akan terhenti, termasuk publikasi data puponomi dana dan persetruan pinjaman publikasi.
Pekerja Esensial, Seperti Petugas Penegak Hukum, Militer Personel, Dan Pengatur Lalu Lintas Udara, Akan, Tetan Tetap Bekerja, Tetapi Tidak Akan Dibayar Selama Penutupan Pemerintah. JAMINAN SOSIAL DAN BANTUAN PANGAN AKAN TERUS DIBAYOKAN.
Meskipun ratusan ribu pegawai federal dirumahkan sementara dan menerima gaji kembali setelah kembali bekerja selama penutupan pemerintah sebelumnya, Trump mengancam akan memanfaatkan kekurangan dana saat ini untuk memecat “banyak orang”.
“Dan Mereka Demokrat; Mereka Akan Tetap Menjadi Demokrat,” Kata Trump.
Richard Painter, Kepala Pengacara Etika Gedung Putih Di Bawah Mantan Presiden George W. Bush, Menyebut Ancaman Tersebut “Tipikal Taktik Kekerasan Presiden Trump”.
“Dia Mannancam Pegawaii Federal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Jika Terjadi Penutupan Pemerintahan,” Ujar Painter Mengutip Aljazeera.
“Beberapa Ancamannya Munckin Bisa Dia Lakukan, Tetapi Sebagius Besar Tulise diizinancan Oheh Kongres, Termasuk Pemecatan Pegawaii Federal Pengguna Perlindungan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil.”
Penutupan Pemerintah Pada Hari Rabu Terjadi Setelah Perdebatan Selama Berminggu-Minju Antara Partai Demokrat Dan Republik Mengenai Cara Agar Pemerintah Tetap Beroperasi.
Partai Demokrat Awal Bulan ini Menolak Rancangan Undang-Langsang Anggara Sementara Yang Dirancang Partai Republik Untukur Mempertahankan Pemerintah Tetap Beroperasi Selama Sembilan Muncu KEPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUPUNAKUPAN KERUTAPUN Layanan Kesehatan, Termasuk Delangan Memperpanjang Subsidi Yang Akan Segerera Berakhir untuk Undang-Lund-Lang Perawatan Terjangkau, Alias Obamacare, Dan Mememonalkan Pemotongan Dana Medicaid Yanguk TermASuk Dalam Undang-Lang-Lang Bes Besu Besuah.
Partai Republik Berpendapat Bahwa Isu-Isu Seperti Layanan Kesehatan Haru Dibahas Secara Terpelah Dalam Negosiasi Bipartisan Selanjutnya.
Dalam Upaya di Menit-menit terakhir utuk Mencegah penutupan pemerintah pada Hari selasa, senat republik gagal meloloskan ruu sementara Yang Akan Memperpanjang Pendanaan Hingana 21 November Angnan Perolehan Suara 55 Banding 45.
Dua Anggota Partai Demokrat, John Fetterman Dari Pennsylvania Dan Catherine Cortez Masto Dari Nevada, Serta Angus King, Seorang Independen Dari Maine, Anggota Suara Bersama Partai Republik 60 Memajekan Ruu Tersebut, Yang Menang BeributuHkan.
Rand Paul, Seoran Republikan Dari Kentucky Yang Denkenal Karena Pandangan Libertariannya, Bergabung Delangan Partai Demokrat Dalam Menentang Ruu Tersebut.
Partai Republik, Pada Giliranya, Menolong Ruu Yang Diaajukan Partai Demokrat Yang Akan Memperpanjang Pendananan Hingga Akhir Oktober Dan Meningkatkan Anggraran Untuc Layanan Kesehatan Lebih Dari $ 1 Triliun.
Pemungutan Suara TerseBut Gagal Delan Skor 47-53, Tanpa Ada Dukungan Dari Partai Republik.
“Saya Rasa Mustahil untuk Mempredissi apa yang Akan Dilakukan Trump,” Ujar Gerald Epstein, lembah Satu Satu Direktur Politik Ekonomi Politik (Peri) di University of Massachusetts-Amherst.
“Akankah Demokrat Menyerah? Munckin Tidak Akan Lama Lagi.”
Setelah Pemungutan Suara Yang Gagal, Partai Republik Dan Demokrat Saling Menyalahkan Atas Kebuntuan INI.
“Partai Republik Justru Menjerumuskan Kita Ke Dalam Penutupan Pemerintahan Alih-Alih Memperbaiki Krisis Layanan Kesehatan Mereka,” Kata Pemimpin Minoritas Senat Dari Parta Demokrat, Chuck Schumer.
Hakeem Jeffries, Pemimpin Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat, Menuduh Partai Republik Anggota Suara Tentang “Menyakar Rakyat Amerika Biasa”.
Tuduhan Terus Berlanjut Setelah Batas Waktu Tengah Malam, Gangan Schumer Menyalahkan “Penutupan Partai Republik” Pada Kegagalan Partai untuk Melindungi Layanan Kesehatan Rakyat Amerika.
“Kami Akan Terus Berjuang Untuc Rakyat Amerika,” Kata Schumer.
Di media sosial, Gedung putih Menguncgah Dua Kata “Shutdown Demokrat” Di Atas Gambar Jam Hitung Mundur Yang Menunjukkan Angka Nol.
Sebelumnya, Pemimpin Mayoritas Senat Dari Partai Republik, John Thune, Menyatakan Harapan Bahwa Cukup Banyak Anggota Partai Demokrat Yang Akan Memihak Partainya Meloloskan Ruu Lau LaU LaU LaU LaU LaU LaU LaU LaU LaU LaU LaU LaU LaU PARAU PEMUMUTAN PEMUMUTAN PEMUMUTAN PEMUMUTAN PEMUMUTAN PEMUMUTAN PEMUMUTAN PEMUMUTAN PEMUMUTAN PEMUMUTAN PEMUMUTAN PEMUMUTAN
“Semua Ini Tidak Perlu. Semua ini dilakukan mendasari Memuaskan Politik Kiri Mereka,” Kata Thune.
Termasuk Kekurangan Dana Saat Ini, Pemerintah sebagai Telah Melakukan Penutupan Pemerintahan Sebanyak 15 Kali Sejak 1980, Bipartisan Pusat Pusat Kebijakan.
Penutupan Pemerintahan Terlama Dalam Sejarah As, Yang Berlangsung Selama 34 Hari, Terjadi Pada Akhir 2018 Dan Awal 2019, Selama Masa Jabatan Pertama Trump Sebagai Presiden. (Ina/BFN)
(Tagstotranslate) Pemerintah Amerka Shutdown (T) Presiden Donald Trump (T) Senat Amerika Serikat