KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Suasana Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Yeh Poh, Kecamatan Manggis, tiba-tiba berubah tegang setelah sebuah brankas berisi ratusan juta rupiah dan dokumen penting raib dicuri. Peristiwa yang pertama kali terendus pada Rabu (26/11/2025) itu baru dilaporkan resmi ke Polsek Manggis empat hari kemudian, meninggalkan tanda tanya besar dan rasa waswas di kalangan pengurus.
Kasi Humas Polres Karangasem, Ipda Nengah Artono, mengisahkan kembali detik-detik awal kejadian saat bendahara LPD datang untuk bekerja seperti biasa. Namun rutinitas paginya tiba-tiba berubah ketika ia melihat ruang kerja dalam keadaan tidak seperti biasanya. Brankas yang selalu berada di bawah meja kerja, menghilang tanpa jejak. Kepanikan langsung menggagalkan ruangan itu sebelum ia buru-buru memanggil rekannya untuk mengabarkan hilangnya brankas kepada Ketua LPD.
Ketegangan semakin memuncak ketika pemeriksaan di sudut belakang kantor menemukan grendel pintu yang sudah rusak. Tanda-tanda pembobolan tampak jelas. Para pengurus LPD kemudian menggali melakukan penyisiran di sekitar kantor, berharap brankas hanya terseret atau dipindahkan. Namun harapan itu pupus tak ada benda itu di mana pun. Jro Bendesa Adat Yeh Poh pun segera dihubungi untuk mengetahui kejadian genting tersebut.
Di dalam brankas malang itu tersimpan uang tunai lebih dari Rp 143 juta serta sejumlah BPKB kendaraan milik nasabah—aset penting yang seharusnya menjadi jantung operasional lembaga keuangan desa. Laporan awal pun dimasukkan ke Polsek Manggis dalam bentuk aduan masyarakat, menandai dimulainya penyelidikan.
Ketika situasi belum tercapai, pada Minggu (30/11/2025) sore, titik terang muncul dari sebuah kebun milik warga. Seorang penduduk yang ingin mengambil buah kelapa terperangah melihat sebuah brankas teronggok di samping bongkahan batu besar. Tanpa membuang waktu, ia melapor kepada Jro Bendesa, yang kemudian menghubungi polisi.
Pengurus LPD yang mendatangi lokasi penemuan langsung mengenali brankas tersebut. Bekas congkelan selebar sekitar satu sentimeter tampak jelas di bagian luarnya—tanda betapa kuatnya upaya pelaku membobolnya. Meski masih dalam keadaan terkunci, kerusakan itu menjadi bukti betapa kerasnya dan terencana aksi pencurian ini.
Brankas kemudian dibawa ke Polsek Manggis. Di hadapan polisi, pengurus LPD, dan pihak adat, brankas dibuka bersama. Isinya membuat dada semakin sesak: uang tunai yang tersisa hanya sekitar Rp 127 juta, jauh berkurang dari jumlah awal. Dokumen BPKB memang masih ada, namun pelaku tampaknya berhasil membawa kabur sebagian besar uang dalam brankas.
“Barang bukti sudah kami amankan. Penyudik kini bekerja untuk mengungkap siapa pelaku yang berani membobol lembaga keuangan desa ini,” ujar Ipda Artono.
Hingga kini, warga Desa Adat Yeh Poh masih menunggu jawaban—siapa pelaku dibalik pencurian yang mengguncang kepercayaan dan keamanan lembaga keuangan desa tersebut. (ger/bfn)