KARANGASEM, Balifaktualnews.com — Harapan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di Karangasem memiliki rumah sendiri kian dekat. Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, membuka pintu lebar bagi kerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) yang datang berkunjung ke kantor wakil bupati, Senin (20/10).
Pertemuan itu bukan sekedar silaturahmi. Di balik meja rapat, dibicarakan rencana besar: realisasi Program Tiga Juta Rumah, termasuk perumahan khusus bagi ASN dan pembiayaan bagi pelaku UMKM di Karangasem. BTN diwakili oleh Daniel Situmeang (Wakil Kepala Cabang Singaraja), Arya Pangastuti (Pimpinan KCP Karangasem), dan Jaksana Riantika (Kepala Unit Funding KC Singaraja).
“ASN harus punya rumah, kalau bisa dengan bunga nol persen,” tegas Pandu Lagosa, yang tampak bersemangat membahas peluang ini.
Menurutnya, kesejahteraan ASN menjadi kunci pelayanan publik yang lebih baik. Oleh karena itu, ia menargetkan agar ASN baru maupun lama yang belum memiliki rumah segera memiliki hunian layak.
Untuk mempercepat realisasi program, Pandu Lagosa akan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem sebagai penghubung antara pemerintah, BTN, dan para pengembang.
“Kami akan ajak BTN duduk bersama PUPR, pengembang, dan instansi terkait agar ini segera dilaksanakan,” ujarnya. “Tujuannya sederhana, supaya ASN tak lagi tinggal di kos-kosan, tapi di rumah sendiri yang dekat dari tempat kerja.”
Dari pihak PUPR Karangasem, perwakilan dinas membenarkan pentingnya sinergi tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah rutin diminta laporan data perumahan oleh kementerian terkait Program Tiga Juta Rumah. Tantangan terbesar justru datang dari sisi pengembang—mereka yang berani membangun di lokasi strategis dekat perkotaan, dengan biaya lahan yang relatif tinggi, dengan harga rumah sekitar Rp185 juta per unit.
Pandu Lagosa sendiri menaruh perhatian pada kualitas perumahan ASN masa depan. Ia tak ingin program ini sekadar menggugurkan kewajiban.
“Kami ingin perumahan ASN menjadi seperti ‘kota baru’ yang layak, bersih, dengan akses jalan bagus,” tuturnya. “Jangan sampai nanti jadi penyesalan bagi generasi ASN ke depan.”
Sementara itu, pihak BTN menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai sektor di Karangasem. Tak hanya perumahan, mereka juga telah menggandeng pelaku UMKM melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan hibah produktif.
Pemerintah Kabupaten Karangasem berjanji memberikan dukungan penuh, termasuk subsidi balik nama dan biaya akad kredit. Pandu Lagosa menutup pertemuan dengan optimisme.
“Saya ingin ASN di Karangasem sejahtera, punya rumah sendiri, dan bangga menjadi bagian dari pemerintahan yang peduli,” ujarnya. (tio/bfn)