DENPASAR, Balifaktualnews.com – Akibat merasa dizolimi, pemanah muda masa depan Indonesia, RM Gusti Fazli Kertinegoro, bakal menuntut PB Perpani ke Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI). Karena dizolimi, Gusti Fazli penghuni Pelatnas ini terancam tidak bisa ikut Kejuaraan Dunia Panahan 2025 (World Archery Championships 2025) yang diadakan di Gwangju, Korea Selatan, 5 -12 September 2025 mendatang.
Baca Juga : Pemanah Bali Gusti Fazli Menghuni Pelatnas Panahan
“Sebagai orang tua wajar jika kami menuntut melalui BAKI demi fair play,” tutur Infithar Fajar Putra, ayah Gusti Fazli di Denpasar, Rabu (8/10/2025).
Pria yang juga Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Perpani Bali itu menjelaskan, jika ada dugaan pihak PB Perpani dalam hal ini oknum, ada pemanah yang diberangkatkan ke Korea Selatan, yang justru tidak lolos seleksi nasional (seleknas) malah masuk Pelatnas.
Baca Juga : Naik Podium Pertama Bali Open Ladies 2025, Silviana Lu Konsisten Terbaik di Indonesia
”Dan saat masuk Pelatnas Gusti meraih skor nomor 2 tertinggi dibawah pemanah senior dari Jawa Timur(Jatim).Sedangkan pemanah yang tidak lolos tapi ternyata masuk Pelatnas skornya terbawah,”tegas Fajar Putra.
Tak sampai disitu, secara teknis Gusti Fazli juga mengalami hal yang kurang baik.
Misal, menjelang Scoring lalu, bowset Gusti diambil oleh Pelatih dari Korea Selatan dan dipresure secara mental.
“Penanggung jawab Pelatnas tak lain oknum Wakil Ketua II PB Perpani. Kami hanya menuntut keadilan, kebenaran dan sportivitas saja,” demikian Fajar Putra.(ena/bfn)