Karangasem, balifactualnews.com – DPRD Kabupaten Karangasem Mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Perubahan Apbd 2025 Dalam Paripurna, Jumat (15/8/2025), Yanga DihAci Kamara DPRD KARANGASEM, I WANATI SUPIPIN KARANGAA, DENHADIPIN KARANGAA, Pandu Prapanca Lagosa.
Seluruh Fraksi Menyetjui Pengesahan, Namun Member Catatan Kritis Terkait Potensi Kebocoran Dan Pemborosan Anggraran. Fraksi Pdi Perjalan Mendorong Evaluasi Kinerja Pad Serta Penerapan Digitalisasi Pukak. Fraksi Gerindra Menankan Optimalisasi Potensi Pad Dan Fokus Belanja Pada Pendidikan, Kesehatan, Dan Infrastruktur desa. Fraksi Golkar Mengapresiasi Kinerja Pemerintah Daerah, Namun Meminta Peningkatan Komunikasi Pusat Dan Perbaanikan Layanan Kesehatan. Sementara Fraksi Nasdem Menyoroti Sektor C, Pariwisata, Dan Data Pembangunan Villa.
Anggota dprd i gusti ngurah gede Subagiartha, Yang Membacakan pendapat akhir fraksi pdi PerjANGan, Menegaskan Pentingnya evaluasi dan optimalisasi pemungutan apbiDuk. PENCAPAIAN PAD YANG BELUM MEMENUHI Target, Sehingga Diperlukan Intensifikasi Dan Ekstensifikasi Pendapatan.
“Selain Itu, Kami Mendorong Penerapan Digitalisasi Pukara Secara Menyeluruh untuk Menencegah Kebocoran Pukak Daerah. Evaluasi Serius Terhadap Kinerja Pad Mutlak Dilakukan,” Ujarnya.
Sementara Fraksi Gerindra Rugna Menankan Pentingnya Menggali Potensi Pad Yang Belum Tergarap Maksimal, Sekaligus Meningkatkan Efektivitas Penagihan Pukak Dan Retribusi. Fraksi ini meminta Agar Belanja daerah diprioritaskan Pada Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, Khususnya di Bidang Pendidikan, Kesehatan, Dan Pemerataan Infrastruktur Dasar Hingga Pelosok DeSa.
“Kami, MUKA PEREKANAN PENDADA PENGAWASAN AGAR AGAR TIDAK TERJADI PEMBOROSAN ATAU KEBOCORAN ANGGARAN,” Tegas Perwakilan Fraksi.
Fraksi Golkar Anggota Apresiasi Terhadap Kinerja Pemerintah Daerah, Namun Mendorong Peningkatan Komunikasi PEMERINTAH PUSAT PUSAT MENGOPTIMUNGAN DANA TRANSfer. Mereka Menga Mengingatkan Agar Program Setiap Tepat Sasaran, Transparan, Dan Akuntabel, Termasuk Pelayanan Fasilitas Kesehatan Dari Desa Dan Puskesmas Yang Terintegrasi Rsud.
Fraksi Nasdem Menyoroti Perlunya Evaluasi Pajak Dan Retribusi di Sektor Galia C Dan Pariwisata. Fraksi ini juga meminta Pemutakhiran Data Terkait Maraknya Pembangunan Vila Di Karangasem.
Berdasarkan Hasil Pembahasan, APBD Perubahan 2025 Menetapkan Pendapatan Daerah Naik Dari Rp1.785 Triliun Menjadi Rp1.798 Triliun, Atau Berbah RP12,9 Miliar. BELANJA DAERAH RUPA MENINGKAT SEBESAR RP12,9 Miliar, Menjadi Rp1.940 Triliun.
DANA TAMBAHAN TERSEBUT AKAN DIGUNAKAN UNTUK BELANJA HIBAH, TERMASUK Pembangunan Pura PENATARAN AGUNG, PURA LUHUR LAWANG, PURA BATU JINANG DI DESA BHUIA GIRI, Serta Pura BESAJAN AGUNG KAWITAN IDA BANGAN MANIKAN ANGERAN SIDHANAN SIDHAN. Sebagian Lainnya dialokasikan untuk Gaji Asn, Kebutuhan Prioritas Perangkat Daerah, Kelembagaan DPRD, Dan Penyesua Antarprogram, sesuai Ketentuan Yang Berlaku.
APBD Perubahan 2025 Menetapkan pendapatan naik RP12,9 Miliar Menjadi Rp1.798 Triliun, Delanja Belanja Meningkat Ke Rp1.940 Triliun. Defisit Rp142.08 Miliar Ditutup Dari Pembiayaan Neto. Tambahan pendapatan Berasal Dari Bkk Kota Denpasar Rp10 Miliar Dan Dana Tuntutan Ganti Rugi Bpk Ri Rp2,9 Miliar, Yang Dialokasikan Untucha Hibah Pembangunan, Gaji Asn, Dan Kebutuhan Pri priepuhan. (GER/BFN)