Ketua Umum Pengurus Pratisentana Sira Arya Gajah Para, Bretara Sira Arya Getas I Ketut Suadnyana (Tengah) dan Ketua Panitia Pembangunan Pura Padharman Sira Arya Gajah Para, Desa Besakih, I Komang Wirawan.
KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Pasca kebakaran yang meludeskan bangunan Meru Tumpang 9 di Pura Pedharman Sira Arya Gajah Para, Desa Besakih, pihak pengempon pura menyatakan pembangunan tetap akan dilanjutkan. Sebagai langkah niskala, pengmpon akan menggelar upacara Guru Piduka di dua pura, yakni Pura Penataran Agung Besakih dan Pura Pedharman Sira Arya Gajah Para.
Ketua Umum Pengurus Pratisentana Sira Arya Gajah Para, Bretara Sira Arya Getas I Ketut Suadnyana, mengatakan upacara Guru Piduka akan dilaksanakan pada Anggara Kasih Tambir, Selasa (13/1), dengan medasar caru.
“Upacara ini menjadi bentuk permohonan maaf secara niskala. Kami sepakat, pembangunan pura tetap dilanjutkan,” tegas Suadnyana, Senin (12/1).
Meski musikbah tersebut menyebabkan kerugian material hingga Rp1,5 miliar, pihak pengempon menempatkan keselamatan dan keinginan pembangunan sebagai prioritas utama. Terlebih lagi, seluruh pekerja selamat dari peristiwa kebakaran akibat sambaran petir itu.
Pasca kejadian, pengempon pura langsung mengadakan pertemuan internal. Hasilnya, pembangunan Meru Tumpang 9 yang sempat terhenti akan dilanjutkan kembali setelah proses pembersihan rampung. Untuk membersihkan sisa bangunan, pengempon mendatangkan alat berat berupa crane, mengingat bagian yang terbakar merupakan kerangka dan atap berbahan ijuk.
“Pondasi bangunan masih bisa digunakan. Ini menjadi dasar kami untuk melanjutkan pembangunan,” ujar Suadnyana.
Dengan diadakannya upacara Guru Piduka dan keputusan melanjutkan pembangunan, pengempon berharap keseimbangan sekala-niskala tetap terjaga, serta proses penyucian dan pembangunan pura dapat berjalan kembali sebagaimana mestinya. (tio/bfn)