KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Di tengah duka akibat musibah sambaran petir yang merusak bangunan Meru Tumpang Sembilan pada proyek Pura Pedarman Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas di Pura Besakih, pasemetonan memilih bangkit dengan rasa syukur dan semangat kebersamaan. Sebagai langkah awal pemulihan lahir dan batin, krama pasemetonan telah mengadakan upacara pembersihan niskala berupa meguru piduka pecaruan, sayut sapuh au gering meraradan pada Selasa (13/1). Upacara ini menjadi penanda kesiapan pasemetonan untuk melanjutkan pembangunan pura yang terdampak musibah.
Ketua Umum Pratisentana Sire Arya Gajah Para Bratara Sira Arya Getas, Pusat, I Ketut Suadnyana, menyampaikan bahwa tahapan berikutnya adalah evaluasi menyeluruh terhadap struktur bangunan yang rusak.
“Pecaruan sudah kami laksanakan. Bangunan yang terdampak akan dibangun ulang. Kami evaluasi seluruh struktur, terutama bagian yang terkena api, dan beberapa akan dibongkar untuk memastikan keamanan,” ujarnya, Rabu (14/1).
Kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp1,5 miliar. Pasemetonan berencana membuka donasi melalui rekening resmi sambil menunggu kepastian regulasi, dengan harapan dukungan datang dari seluruh krama, pemerintah kabupaten, hingga Pemerintah Provinsi Bali.
Dalam kesempatan itu, Ketut Suadnyana secara khusus menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Karangasem dan Pemkab Klungkung atas perhatian yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bupati san Wakil Bupati Karangasem serta jajaran Pemkab Karangasem. Kehadiran beliau yang langsung meninjau lokasi menjadi penguat batin bagi krama pasemetonan. Itu adalah energi moral yang sangat berarti bagi kami untuk bangkit dan melanjutkan pembangunan,” ungkapnya.
Saat ini, sisa material akibat kebakaran telah dibersihkan. Proses pembangunan akan segera dilanjutkan dengan sejumlah penyesuaian desain dan struktur. Proyek Pura Pedarman Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bratara Sira Arya Getas tetap ditargetkan rampung pada tahun 2027, untuk kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan karya sesuai dresta yang berlaku. (tio/bfn)