KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Kekuatan pengamanan adat di Pura Agung Besakih bertambah. Sebanyak 300 anggota Jagabaya Bali Adung Catur Lawa resmi dikukuhkan melalui upacara mejaya-jaya di Pura Penataran Agung Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Rabu (25/3).
Pengukuhan ini menjadi tonggak baru dalam memperkuat peran pasemetonan dalam menjaga kesucian dan kewibawaan Besakih, khususnya menjelang pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026.
Ketua Jagabaya Bali Adung Catur Lawa, Pandu Prapanca Lagosa, menegaskan terbentuknya Jagabaya Bali Adung berlandaskan semangat menjaga taksu dan marwah Pura Penataran Agung Besakih. Ia menyebut, seluruh pasemetonan yang tergabung merupakan satu keluarga besar tanpa sekat.
“Di Catur Lawa, kita adalah satu keluarga. Tidak ada lagi perbedaan yang diperdebatkan. Semua berpijak pada purana dan warisan leluhur,” tegasnya.
Jagabaya Bali Adung sendiri tidak hanya melibatkan pasemetonan Catur Lawa, tetapi juga mencakup total 12 pasemetonan yang memiliki ikatan historis dan spiritual di Besakih.
Terbentuknya Jagabaya Bali Adung merupakan hasil kesepakatan para penglingsir dalam forum Shaba Catur Lawa, yang kemudian diwujudkan sebagai wadah penguatan peran adat dalam menjaga kawasan suci.
Ke depan, ratusan anggota Jagabaya Bali Adung ini akan langsung terlibat dalam ngayah selama pelaksanaan IBTK 2026. Mereka akan bersinergi dengan pecalang Desa Adat Besakih untuk memastikan jalannya karya berlangsung aman, tertib, dan khidmat.
“Jagabaya Bali Adung siap ngayah dan mendukung penuh pecalang demi suksesnya IBTK di Besakih,” tutupnya. (tio/bfn)