KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Kabupaten Karangasem kembali membayangkan masalah serius terkait minimalnya jumlah tenaga pendidik di berbagai tingkat sekolah. Setiap tahun jumlah guru yang memasuki masa pensiun terus bertambah, namun proses penambahan guru baru sepenuhnya bergantung pada kebijakan pemerintah pusat.
Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana, menjelaskan bahwa kebutuhan guru di Karangasem telah mencapai angka ribuan. Data terkini menunjukkan daerah ini memiliki 399 guru PAUD, 2.675 guru SD, dan 1.019 guru SMP, sehingga total guru aktif hanya 4.093 orang.
Baca Juga : Pesan Guru Pandu di Puncak HUT PGRI, Soliditas Guru Mutu Pendidikan Harus Terus Meningkat
Jumlah tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan ideal di lapangan. “Setiap tahun, ratusan guru berhenti karena pensiun. Kondisi ini membuat sebagian besar sekolah mengalami kekurangan tenaga pendidik, terutama di tingkat SD dan SMP,” ujarnya pada Rabu (26/11).
Sebagai langkah darurat, Disdikpora menerapkan pola redistribusi guru antar sekolah. Guru yang mengajar di sekolah dengan jumlah siswa lebih sedikit namun memiliki kelebihan pendidik, akan dipindahkan ke sekolah yang kekurangan tenaga pengajar.
“Kami berupaya menyeimbangkan distribusi guru agar tidak ada sekolah yang kelebihan maupun kekurangan pendidik,” tegas Budiadnyana.
Baca Juga : Ranperda Segera Disahkan, Bupati Buleleng Lakukan Perampingan Perangkat Daerah
Ia juga mendorong pemerintah pusat untuk segera membuka formasi CPNS maupun PPPK bagi tenaga pendidik, mengingat daerah tidak lagi memiliki kewenangan merekrut guru kontrak.
Baca Juga : Para CEO Perusahaan Raksasa Berbondong ke Arab Saudi, ada Elon Musk dan CEO Nvidia Jensen Huang ada Apa
“Kami berharap proses rekrutmen baru segera dibuka karena kebutuhan tenaga guru sudah sangat mendesak,” tambahnya. Sebagai terobosan tambahan, Disdikpora Karangasem berencana mengoptimalkan keberadaan siswa PKL atau KKN yang bertugas di wilayah tersebut untuk membantu kegiatan belajar mengajar, khususnya di sekolah yang paling kekurangan guru. “Ini masih wacana awal. Kami akan membahasnya lebih lanjut. Jika mendapat persetujuan, siswa dapat membantu proses pembelajaran, terutama di wilayah terpencil,” tutupnya. (ger/bfn)