KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Persoalan sampah menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kecamatan Rendang yang digelar Kamis (26/2). Dari ratusan usulan yang masuk, perbaikan sistem pengelolaan sampah berbasis desa muncul sebagai prioritas paling mendesak.
Selain dihadiri Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Beppeda Karangasem, I Gusti Bagus Widiantara dan pimpinan OPD terkait lannya.
Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa lagi ditunda karena berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan dan pariwisata daerah.
“Palemahan kita harus dijaga bersama. Mulai dari rumah tangga, pilah sampah dari sumbernya. Ketika serius desa mengusulkan penguatan pengelolaan sampah, tentu ini menjadi perhatian utama pemerintah,” tegasnya.
Ia menekankan, pembangunan berbasis aspirasi masyarakat harus menjawab kebutuhan riil di lapangan, termasuk permasalahan lingkungan yang kini semakin kompleks.
Camat Rendang, I Gede Sastraadi Wiguna, memaparkan bahwa dari total 107 usulan desa yang telah dilakukan penggalian, penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Desa Nongan, Besakih, dan Menanga menjadi salah satu fokus utama.
Sejumlah kebutuhan teknis diciptakan untuk mendukung optimalisasi TPS3R. Diantaranya pengadaan truk pengangkut sampah untuk Desa Nongan dan Besakih, dump truck serta excavator guna mempercepat proses pengolahan, hingga mesin pencacah plastik untuk Desa Menanga.
Menurutnya, tanpa dukungan sarana dan prasarana yang memadai, upaya pengurangan dan pengolahan sampah di tingkat desa sulit berjalan maksimal.
Wabup Pandu menambahkan, pendekatan penanganan sampah harus dimulai dari hulu, yakni kesadaran masyarakat di tingkat keluarga. Pemerintah daerah mendorong pola pengelolaan berbasis partisipasi dengan desa sebagai garda terdepan.
“Prinsip pembangunan kami adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Maka pengelolaan sampah pun harus tumbuh dari kesadaran masyarakat, tidak hanya bergantung pada pemerintah,” ujarnya.
Selain isu sampah, forum Musrenbang juga membahas perbaikan infrastruktur jalan, layanan air bersih, pendidikan, dan kesehatan sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan. Namun demikian, permasalahan lingkungan, khususnya sampah, dinilai menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan langkah cepat dan terukur.
Pemerintah Kabupaten Karangasem pun sepakat menyelaraskan usulan desa dengan kebijakan kabupaten agar program penanganan sampah dapat direalisasikan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran. (tio/bfn)