Karangasem, balifactualnews.com – Polemik Lonjakan Tagihan Air Di Kecamatan Rendang Akhirnya Mendapat Titik Terang. Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem memastikan Pelangangan Tidak Akan Manggung Kerugian Akiat Manipulasi meter pentenatan Yang dilakukan oleh Salah Satu stafnya.
Direktur Perumda Tirta Tohlangkir, I Komang Aryadi Parwatha, Menegaskan Bahwa Perusak Telah Berkomitmen Menanggung Penuh Kerugian Pelanggan. “Kami Sadiah Sampaikan Kepada Lima Perbekel di Rendang. Seluruh kerugian AKAN Ditanggung Perausahaan Melalui Program Csr. Saat ini Tim Sedang Turun Untuce Mendata Agar Selisih Tagihan.
Di Rendang, Tercatat Sekitar 4.000 Pelanggan Pdam. Namun Hingan Kini Belum Bisa Dipastikan Jumlah Pasti Yang Terdampak Langsung. “Detail Pendataan Harus Agar Kami Bisa Menghitung Kerugian Secara Objektif. Prinsipnya, Masyarakat Tidak Boleh Dirugikan,” Tegasnya.
Kasus ini Bermula Dari Temuan Adanya Staf Pdam Yang Sejak Februari Hingga Juni 2025 Tidak Melakukan Pembacaan Meter Di Lapangan. DATA PEMAKAN AIR JUSTRU DIUNGAH SECARA Rata-RATA Dari Meja Kerja. Hal ini kemudian memunculkan lonjakan tagihan yang membuat wara kaget.
Temuan Itu Terkuak Setelah Dilakukan Pembacaan Barcode Pelanggan. HASILYA, TERDAPAT SELISIH PEMAKAIAN YANG MIGKIFIKAN DAN TIDAK WAJAR. PERUSAHAAN SEGERA MANDII SURAT PERINGATAN (SP) Kepada Staf Terkait Dan Memperketat Sistem Pengawasan Internal.
“Kami Menyadari Kasus Ini Telah Merugikan Kepercayaan Pelanggan. BUTKUT ITU, LANGKAH KOREKTIF AKAN KAMI LAKUKAN, Termasuk Perbaan Sistem Meter Pencatatan Dan Evaluasi Kinerja Staf,, Imbuh Parwatha.
DENGAN LANGKAH INI, PERUSAHAAN BERHARAP KEPERCAYAAN PELANGGAN DAPAT KEMBALI PULIH, SEKALIGUS MEMASTANAN PELAYANAN UDARA BERSIH DI Karangasem TETAP Berjalan Transparan Dan Akuntabel. (tio/bfn)
(Tagstotranslate) #pdam