KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Dalam upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mencegah terjadinya inflasi daerah, Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta, terus melakukan berbagai langkah strategi dan diukur sepanjang tahun 2025.
Sedana Merta yang juga selaku Ketua Harian TPID menyampaikan bahwa pihaknya bersama seluruh sektor terus memperkuat koordinasi dan pengawasan di lapangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.
Baca Juga : Jaga Stabilitas Harga Jelang Galungan, Bupati Gus Par Turun Langsung Gelar Pasar Murah
“Kami berkomitmen menjaga kestabilan harga bahan pokok agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Kegiatan pemantauan dan intervensi pasar dilakukan secara berkelanjutan, terutama menjelang perayaan hari raya besar seperti Galungan dan Kuningan,” terang Sedana Merta saat memimpin High Level Meeting TPID Pengendalian Inflasi menjelang hari raya Galungan oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem pada Selesa (11/11/2025).
Baca Juga : Sekda Sedana Merta Dorong Penguatan Kapasitas Aparatur Desa Hadapi Pascabencana
Langkah nyata yang dilakukan TPID antara lain melaksanakan pasar murah di setiap kecamatan, memantau harga bahan pokok dan barang penting setiap hari, serta melakukan penginputan data harga secara rutin.
Selain itu, pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda secara rutin melakukan pengawasan mendadak (sidak) ke pasar-pasar rakyat untuk memastikan harga dan stok barang tetap stabil. Pengawasan harga beras dilakukan bersama Satgas Pangan Polres Karangasem, sementara pemantauan pupuk dan pestisida melibatkan Tim KP3 Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DISTAN PP).
Baca Juga : Koster Minta BPD Bali Jadi Bank Kebanggaan Krama, Harus Perkuat Kompetensi SDM dan Sistem IT
“Rapat koordinasi inflasi kami lakukan setiap hari Senin untuk memastikan semua langkah pengendalian berjalan efektif. TPID juga aktif melakukan pendataan dan pemantauan distribusi gas LPG 3 kilogram agar pasokannya tidak tersendat,” imbuhnya seraya menambahkan, ia juga berkoordinasi dengan Pertamina serta terus berkoordinasi lintas sektor melalui grup komunikasi bold yang melibatkan TPID Provinsi Bali dan kabupaten/kota lainnya.
Langkah-langkah tersebut sejalan dengan kondisi inflasi Provinsi Bali yang pada Oktober 2025 tercatat mengalami kenaikan 0,16% (mtm) setelah sempat deflasi pada September 2025. Secara tahunan, inflasi Bali mencapai 2,61% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Kenaikan harga beberapa komoditas seperti cabai merah, sawi hijau, daging ayam ras, dan perhiasan emas menyebabkan kenaikan inflasi, sementara penurunan harga beras, tomat, dan bahan bakar rumah tangga menahan kenaikan lebih lanjut.
“Kami terus berupaya menjaga agar harga tidak terlalu tajam. Volatilitas inflasi yang rendah akan memberikan kepastian harga bagi produsen dan konsumen, menjaga daya beli, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat,” jelas Sekda Sedana Merta.
Ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya sekedar menekan kenaikan harga, tetapi juga memastikan rantai pasok berjalan lancar, distribusi barang tidak tersendat, dan stok kebutuhan pokok mencukupi di seluruh wilayah Karangasem.
“Dengan kerja sama lintas sektor yang solid, kami optimis Karangasem dapat menjaga stabilitas harga, menekan inflasi, dan sekaligus melindungi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (ger/bfn)