KARANGASEM, Balifaktualnews.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta, secara resmi menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pascabencana Tahun 2025, Senin (10/11).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem ini diikuti oleh perwakilan desa dan kelurahan se-Kabupaten Karangasem.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karangasem, para narasumber, serta jajaran peserta Bimtek.
Dalam berbagai hal, Sekda Sedana Merta menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam proses pemulihan pascabencana, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) yang cepat, tepat, dan terpadu, dengan dukungan data yang valid dari tingkat desa dan kelurahan.
“Perbekel dan lurah merupakan ujung tombak di lapangan. Setiap kejadian bencana wajib dilaporkan secara tertulis kepada BPBD agar dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah penanganan yang tepat,” ujar Sekda.
Lebih lanjut, ia menilai kegiatan Bimtek ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas aparatur desa dan kelurahan, agar mampu memahami prosedur teknis penanganan pascabencana secara profesional.
“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan Bimtek ini. Fungsi kita di tengah masyarakat harus terus berjalan, baik saat terjadi bencana alam maupun bencana sosial seperti kemiskinan.
Bekerjalah dengan data yang objektif, akuntabel, transparan, dan tidak diskriminatif,” tegasnya.
Sekda juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan informasi teknologi dalam proses pelaporan bencana, agar pendataan kerusakan dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
Melalui kegiatan ini, Sekda Karangasem berharap seluruh peserta Bimtek mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di wilayah masing-masing. Ia juga mendorong tim Jitupasna di tingkat desa, kelurahan, dan BPBD untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor, sehingga penanganan pascabencana di Karangasem dapat berjalan secara terpadu, efektif, dan berkelanjutan. (tio/bfn)