KARANGASEM, balifactualnews.com – RSUD Karangasem menanggung biaya perawatan seorang bocah berusia 12 tahun yang menjadi korban peluru nyasar saat berburu tupai di wilayah Banjar Dinas Bonyoh, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.
Korban bernama I Made Satya (12) mengalami luka tembak di bagian paha kiri dan sempat menjalani penanganan medis di RSUD Karangasem sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar.
Kabid Pelayanan RSUD Karangasem, dr. I Gusti Lanang Putu Udiyana, mengatakan korban sempat menjalani tindakan operasi oleh tim medis. Namun peluru yang bersarang di tubuh korban tidak dapat dikeluarkan karena lokasinya berada di tengah tulang.
“Pasien sudah kami tangani dengan tindakan operasi. Namun karena peluru berada di tengah tulang, material tersebut tidak bisa dikeluarkan sehingga posisi pasien akhirnya diarahkan ke RSUP Sanglah untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama menjalani perawatan di RSUD Karangasem, biaya pengobatan korban tidak ditanggung BPJS. Meski demikian, pihak rumah sakit memutuskan untuk memfasilitasi seluruh biaya perawatan pasien.
Total biaya perawatan yang ditanggung RSUD Karangasem mencapai sekitar Rp11 juta. Dengan demikian pihak keluarga tidak perlu menanggung maupun mencicil biaya pengobatan selama di RSUD.
“Untuk biaya di RSUD sekitar Rp11 juta dan sudah difasilitasi oleh RSUD Karangasem, sehingga pihak keluarga tidak perlu mencicil lagi,” jelasnya.
Sementara itu, untuk penanganan lanjutan di RSUP Sanglah, pihak RSUD Karangasem tidak dapat membantu pembiayaan karena sudah berada di luar kewenangan rumah sakit.
Korban sebelumnya terkena peluru nyasar saat berburu tupai di kebun bersama tetangganya yang membawa senapan angin. Senapan yang digendong tiba-tiba meletus dan pelurunya mengenai paha kiri korban dari jarak sekitar delapan meter. (tio/bfn)