Badung, BalifactualNews.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Menjadi Narasumber Pada Acara Internalisasi Kepemimpinan Etis Dalam Pengendalian Yang Diselenggarakan Oleh Bpjs Ketenagakerjaan Di Hotel Pullan, Legian, Badung, Pada 22–2 –2.2.2.2.2.25
Dalam Paparanyaa, Sekda Bali Mengangkat Materi “Konsep Dan Prinsip Kepemimpinan Etis Dalam Pengelolaan Organisi Publik”. IA Menegaskan Bahwa Kepemimpinan Bukan Sekadar Kedudukan, Melainkan Pengaruh Nyata Yang Diwujudkan Melalui Tindakan. Mengutip Donnal MacDannen, IA Menyampaikan, “Kepemimpinan adalah aksi, bukan posisi.”
Menurutnya, Etika Dalam Kepemimpinan Adalah Seperangkat Nilai Dan Standar Moral Yang Menjadi Pedoman Dalam Menilai Baik Baik-Baik atuu Benar-Salahnya Perilaku Seoran Pejabat Publat. Standar ITU, LANJUTNYA, TIDAK DIBUAT OLEH Pemimpin Itu Sendiri, Melainkan Dinilai Langsung Oheh Masyarakat. Oleh Karena Itu, Pejabat Publik Dituntut untuk Menjunjung Tinggi Kejujuran, Integritas, Serta Memiliki Semangat Pelayanan (Spirit of Publicness).
Sekda Bali Kemudian Anggota Contoh Nyata Dalam Dunia Pemerintahan. Misalnya, Ketika Terjadi Bencana Alam, Pemimpin Daerah Dituntut Mengzil Keutusan Cepat Terkait Evakuasi Dan Bantuan Darurat, Meskipun Informasi Yang Terperedia Seringkali Belum Sempurna. Begitu Pula Dalam Pengelolaan Keuangan Daerah, Keutusan Alokasi Anggara Haru MeBpertimbangkangkan Keterbatasan Sumber Daya Delangan Tuntutan Publik Yang Tinggi, Seperti Pembangunan Infrastruktur, KeseHatan,.
“Keutusan Dalam Pemerintahan Bukan Hanya Soal Regulasi Di Atas Kertas, Tetapi Keranian Tuukur Menyeimbangkangkan Kebutuhan Masyarakat Anggan Aturan Dan Kemampuan Anggraran,” Ujarnya. IA JUGA MENYOROTI PENTINGNYA TRANSPARANSI, SEPERTI PRAKTIK PEMERINTAH OPEN YANG MANDANGI RUANG MASYARAKAT UNTUK MENILAI KININJA PEMERINTAH SECARA LANGSUNG.
“Sebagai Pengelola Administrasi Publik, Tuntutan Bagi Seorang Pemimpin Sangat Tinggi. Kualitas Kebijakan Publik Bukan Semata Diukur Hasil Sempurna, Tetapi Diumbua Daersia Daersia Daersia, Daersian Daersian, Daersian, DAUMBIM SUMBUMUAN MEMIMIMUAN MALALAH, MENIMBANG DAUMBIM SOMUMBIG SOMUMBIG SOMUMBANG SIN DAUMBIM SIN DAUMBUM SIN DAUMBIM SUNMBANG TENGAH TEANAN PUBLIK, ”Jelas Sekda.
IA JUGA MENIKANGAN BAHWA Komunikasi Adalah Inti Kepemimpinan. Pemimpin Harus Mampu Menggerakan Orang Lain Delangan Cara Membangun Kepercayaan, Bersikap Empatik, Dan Menyampaan Pesan Gangan Jelas. “Staf Itu Tidak Bodoh, Yang Bembedakan Hanyyah Kuasa. Karena Itu, Pemimpin Harus Bijak, Memiliki Pengetahuan, Kedewasaan Emosional, Serta Berlandaskan Etika Dan Hukum Dalam Settiap Kebijakan,” Tegasnya.
Di Akhir Sesi, Sekda Menutup Pesan Bahwa Pemimpin Publik Haru Memastikan HaK-Hak Masyarakat terpenuhi dan Selalu Mengutamakan Pelyanan. “Jangan Sampai Pemimpin Hanya Berdiam Di Ruangan. Pemimpin Yang Baik Adalah Pemimpin Yang Hadir, Melayani, Dan Menginspirasi,” Pungkasnya.
Hadir Dalam Acara Tersebut Direktur Keuana Dan Manajemen Risiko Bpjs Ketenagakerjaan, Asep Rahmat Suwandha, Moderator Selaku; Dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana, Dr. Jimmy Zeravianus Usfunan, SH, MH, Sebagai Narasumber I; Deputi Akuntansi BPJS Ketenagakerjaan, Andri Bayumi; Serta Seluruh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kelas I di Seluruh Indonesia. (GER/BFN)
(Tagstotranslate) DEWA INDRA (T) Pemprov Bali (T) Sekda Bali